Senin, 20 OKTOBER 2025 • 16:29 WIB

Lonjakan Pasien Diabetes dan Hipertensi di Indonesia: Tantangan Kesehatan yang Meningkat

Author

Lonjakan Pasien Diabetes dan Hipertensi di Indonesia: Tantangan Kesehatan yang Meningkat

Jumlah pasien diabetes melitus dan hipertensi di Indonesia terus meningkat dramatik, dengan data dari BPJS Kesehatan menunjukkan lonjakan dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir.

Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral

Tahun 2024 mencatat sekitar 5,6 juta peserta mengakses layanan kesehatan terkait dua penyakit kronis ini, meningkat dari 2,8 juta peserta pada tahun 2014.

Data Kenaikan Pasien Diabetes dan Hipertensi

Dalam satu dekade terakhir, terdapat sekitar 20,5 juta kasus hipertensi dan 7,4 juta kasus diabetes melitus di Indonesia. Hal ini menjadi masalah kesehatan yang serius, terutama karena dampaknya terhadap sistem kesehatan nasional.

Dengan jumlah pasien yang terus meningkat, tidak hanya kesehatan masyarakat yang terancam, tetapi juga pembiayaan yang harus ditanggung oleh BPJS Kesehatan menjadi sangat signifikan.

Pada tahun 2024, BPJS Kesehatan mengeluarkan sekitar Rp 35,3 triliun untuk menangani berbagai penyakit kronis ini, mencerminkan beban yang harus ditanggung oleh sistem kesehatan.

Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban

Tantangan dalam Penanganan Penyakit Kronis

Menurut Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Itida Yasar, sistem layanan kesehatan di Indonesia masih terlalu fokus pada penanganan kuratif dan kurang memperhatikan aspek promotif dan preventif.

Ia menegaskan perlunya kolaborasi yang lebih baik antara penyedia layanan kesehatan dan masyarakat untuk mengatasi masalah ini.

Selain itu, Itida juga menekankan pentingnya edukasi kepada pasien agar dapat mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup sehat.

Inisiatif Kementerian Kesehatan dalam Promosi Kesehatan

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa pemerintah melalui program cek kesehatan gratis (CKG) berupaya memperkuat pendekatan promotif dan preventif.

Program ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan secara rutin kepada masyarakat guna mendeteksi penyakit sejak dini.

Namun, Nadia menekankan bahwa tantangan terbesar adalah perubahan perilaku masyarakat yang biasanya hanya datang berobat ketika sudah sakit, sehingga program kesehatan di tempat kerja juga sedang dikembangkan.

Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Melalui Tindakan Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU