Sinusitis adalah peradangan rongga sinus yang dapat muncul dalam dua bentuk: akut dan kronis. Memahami perbedaan antara kedua jenis ini sangat penting untuk menentukan pengobatan yang efektif.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Sinusitis akut biasanya datang secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari empat minggu, sementara sinusitis kronis dapat bertahan lebih dari 12 minggu. Mari kita telaah lebih dalam tentang kedua kondisi ini.
Pengertian Sinusitis Akut
Sinusitis akut adalah infeksi yang muncul mendadak, umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Gejala yang sering dialami meliputi hidung tersumbat, nyeri wajah, dan demam.
Dalam banyak kasus, sinusitis akut dapat sembuh tanpa pengobatan khusus dalam waktu singkat. Namun, jika tidak diatasi dengan baik, infeksi ini bisa berkembang menjadi sinusitis kronis.
Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Melalui Tindakan Kecil
Karakteristik Sinusitis Kronis
Sinusitis kronis berlangsung lebih dari 12 minggu dan dapat bertahan bertahun-tahun. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari infeksi hingga alergi atau polip sinus.
Gejala khas dari sinusitis kronis termasuk hidung tersumbat kronis, nyeri wajah yang berkepanjangan, dan penurunan kemampuan penciuman. Penderita juga bisa mengalami batuk tak kunjung reda akibat post-nasal drip.
Perbedaan Gejala dan Penanganan
Meskipun sinusitis akut dan kronis sama-sama menyebabkan peradangan, ada perbedaan signifikan dalam gejalanya. Sinusitis akut muncul secara tiba-tiba, sedangkan sinusitis kronis cenderung lebih persistens.
Dalam penanganan, sinusitis akut biasanya diobati dengan obat penghilang rasa sakit dan dekongestan. Sementara sinusitis kronis sering memerlukan perawatan lebih lanjut, seperti steroid hidung, antibiotik, atau bahkan prosedur bedah sinus untuk pemulihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: