Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 19:52 WIB

Menghadapi Mikroplastik di Jakarta: Gaya Hidup Sehat dan Pemantauan Kualitas Udara

Author

Menghadapi Mikroplastik di Jakarta: Gaya Hidup Sehat dan Pemantauan Kualitas Udara

Masyarakat Jakarta bisa bernapas lega terkait isu mikroplastik dalam air hujan, asalkan menerapkan gaya hidup sehat. Profesor Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Reza Cordova, menekankan pentingnya pola hidup sehat dalam menangkal efek polutan.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Dengan mengonsumsi buah dan sayuran, tubuh dapat lebih efektif mengeluarkan mikroplastik yang mungkin terakumulasi. Rekomendasi ini datang bersamaan dengan anjuran untuk memantau kualitas udara di Ibu Kota.

Pentingnya Gaya Hidup Sehat

Muhammad Reza Cordova menjelaskan bahwa gaya hidup sehat bisa menjadi barikade pertama melawan polusi, termasuk mikroplastik. "Konsumsi sumber serat tersebut akan meningkatkan kemungkinan keluarnya polutan yang masuk ke dalam tubuh," ujarnya.

Dengan menjaga pola makan yang sehat, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini menjadi krusial dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan terkait polusi.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Pemantauan Kualitas Udara

Ketua Sub Kelompok Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono, menegaskan pentingnya mengecek kualitas udara sebelum melakukan aktivitas luar. Ia merekomendasikan penggunaan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) atau laman udara.jakarta.go.id.

"Kita bisa memantau kondisi udara seperti apa, PM 2,5-nya lebih tinggi atau tidak karena di dalam PM 2,5 ada mikroplastiknya," jelasnya. Di musim kemarau, penggunaan masker juga disarankan sebagai langkah pencegahan.

Mengawasi kualitas udara secara berkala diharapkan dapat membantu masyarakat menghindari paparan polusi yang berbahaya.

Temuan Mikroplastik dan Langkah Penanganannya

Penelitian yang dilakukan BRIN sejak 2018 menunjukkan adanya mikroplastik dalam air hujan di Jakarta. Temuan ini menandakan bahwa polusi plastik telah mencemari atmosfer, menjadi pemicu untuk tindakan lebih lanjut.

Rahmat juga mengingatkan pentingnya membersihkan debu di dalam rumah untuk meminimalisasi risiko paparan mikroplastik dari sumber lain. Tindakan sederhana ini diyakini bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU