Klaim mengenai pisang berbintik yang dapat mencegah kanker ternyata tidak berdasar. Penelitian terbaru menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait hal ini keliru.
Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik
Sebuah studi dari Universitas Chulalongkorn di Thailand mengungkap bahwa TNF, senyawa yang sering diasosiasikan dengan pengobatan kanker, tidak ada pada pisang, membuktikan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks.
Klaim Media Sosial dan Studi yang Dikutip
Pada tahun 2022, sebuah unggahan di Facebook menyatakan bahwa pisang yang sudah matang dapat mencegah kanker dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Unggahan tersebut mengutip penelitian yang menyebutkan bahwa pisang matang mengandung TNF (Tumour Necrosis Factor) yang dapat melawan sel-sel abnormal, termasuk sel kanker.
Namun, National Cancer Institute Amerika Serikat menjelaskan bahwa TNF sebenarnya menyebabkan peradangan saat sistem kekebalan tubuh terpicu oleh infeksi. Hal ini menimbulkan keraguan mengenai relevansi klaim tersebut dalam konteks pencegahan kanker.
Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat
Peneliti dan Bukti Ilmiah
Jessada Denduangboripat, seorang dosen biologi di Universitas Chulalongkorn, menegaskan bahwa TNF tidak ditemukan di tumbuhan. "Ini adalah hoaks lama yang tidak benar," ungkapnya, menekankan bahwa TNF hanya ada dalam sistem kekebalan mamalia, bukan pada pisang atau tanaman lainnya.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Food Science and Technology Research pada tahun 2019 juga tidak menemukan bukti bahwa pisang matang dapat mencegah kanker. Ini menunjukkan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak didukung oleh fakta ilmiah yang valid.
Dampak Kesehatan dari Konsumsi Pisang Matang
Dokter dan ahli gizi merekomendasikan agar konsumen memilih pisang dengan kulit berwarna kuning yang masih sedikit hijau. Pisang matang berwarna kuning tersebut memiliki kadar gula dan pati yang lebih rendah dibandingkan pisang berbintik.
Konsumsi pisang yang terlalu matang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk obesitas, karena kandungan gula yang tinggi. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi konsumsi pisang berbintik sebagai langkah yang lebih sehat.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Mencegah Penyakit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: