Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat Jakarta untuk melindungi diri dari paparan mikroplastik yang terdeteksi dalam air hujan. Ia menyarankan penggunaan masker saat beraktivitas di luar, terutama setelah hujan.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbaru dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih
Peringatan ini menjadi perhatian dalam pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, di mana Budi menekankan pentingnya mengurangi sumber polusi mikroplastik di perkotaan.
Pentingnya Menggunakan Masker
Dalam pernyataannya, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa mikroplastik dapat terperangkap dalam air hujan dan terpapar pada manusia saat berada di luar. 'Jadi memang, plastik ini kalau masuk ke dalam kan akan stay lama. Imbauan saya buat masyarakat, ya kalau bisa, yang paling aman melindunginya pakai masker kalau hujan di luar,' ujarnya.
Budi menyoroti bahwa langkah pencegahan ini tidak semata bergantung pada individu. 'Mungkin pencegahan lainnya yang paling bagus memang di hulunya. Tapi memang kita mesti mengurangi sumber polusi dari mikroplastik ini,' tambahnya.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Korban dari Video Viral dan Respon Publik
Respons Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menindaklanjuti temuan tentang meningkatnya mikroplastik. Ia mengatakan, 'Kita tentunya seperti yang disampaikan Pak Menteri Kesehatan, kami segera untuk hal yang berkaitan dengan plastik, terus terang untuk PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan sebagainya akan segera kita realisasikan.'
Pramono juga menekankan pentingnya pencegahan mandiri bagi masyarakat. 'Tapi saya setuju bahwa memang untuk pencegahan di awal, ya masyarakat harus prepare untuk menggunakan masker,' ujarnya.
Penemuan Mikroplastik dalam Air Hujan
Penelitian oleh BRIN menunjukkan adanya peningkatan mikroplastik yang signifikan di Jakarta, terutama di Muara Angke. Profesor Riset BRIN Muhammad Reza Cordova menyatakan, 'Sebenarnya dulu sudah pernah kami informasikan, kami melakukan kajian mikroplastik di Muara Angke di titik yang sama itu meningkat lima kali lipat dari tahun 2015 ke 2022.'
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik yang berbahaya, yang berasal dari aktivitas manusia. Kebiasaan open dumping dalam pengelolaan sampah menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatnya mikroplastik di Ibu Kota.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: