Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan inspeksi mendadak di SPBU 26 Pertamina Asrikaton, Malang, Jawa Timur, setelah menerima aduan tentang dugaan kualitas BBM yang buruk.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Dalam kunjungannya, Bahlil menyatakan bahwa hasil pengecekan menunjukkan kualitas minyak tersebut sesuai dengan standar dan layak digunakan.
Inspeksi dan Penilaian Kualitas BBM
Kunjungan Bahlil ke SPBU 26 Malang bertujuan untuk memperlihatkan kondisi lapangan yang sesungguhnya. Ditemani oleh tim dari Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), mereka melakukan analisis terhadap kualitas BBM yang ada.
Bahlil menegaskan, "Hasil sampel yang ada dinyatakan kualitas minyaknya sesuai standar dan baik untuk digunakan." Ini merupakan respons langsung terhadap sejumlah laporan dari masyarakat.
Kementerian ESDM bersama Lemigas berencana untuk melanjutkan pemeriksaan di sejumlah SPBU lainnya di wilayah Jawa Timur. Lokasi yang dituju termasuk Gresik, Surabaya, dan Lamongan.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Pemeriksaan di SPBU Lain
Bahlil juga menekankan pentingnya pemeriksaan tersebut, terutama terhadap SPBU yang dicurigai mencampurkan air pada bahan bakarnya. "Tim juga sudah turun dan besok kami akan rapatkan bersama hasil pemeriksaan seluruh SPBU pada jam 11," ujarnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan BBM berkualitas baik. Pemerintah berkomitmen untuk bertindak tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk Pertamina.
“Kalau itu benar ada sesuatu kejadian dan itu dilakukan oleh Pertamina maka kita pemerintah tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas kepada Pertamina,” tegas Bahlil.
Hasil Pengujian dan Tindakan Lanjutan
Di sisi lain, Direktur Jenderal Minyak dan Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman melaporkan bahwa pengujian di SPBU Gresik dan Surabaya menunjukkan hasil yang memuaskan. "Dari hasil pengujian, seluruh sampel menunjukkan kondisi baik dan memenuhi standar," ujar Laode.
Prosedur pemeriksaan rutin ini dilakukan untuk memastikan kualitas BBM sebelum operasional. Ini juga bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk yang digunakan sehari-hari.
Pertamina juga memastikan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa produk Pertalite memenuhi standar sifat. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap laporan secara bertanggung jawab.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: