Radang selaput paru, atau yang dikenal dengan pleuritis, adalah kondisi medis yang dapat menyebabkan nyeri dada dan kesulitan bernapas. Memahami gejala serta cara penanganannya sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung
Kondisi ini terjadi ketika lapisan pelindung di sekitar paru-paru mengalami peradangan, dan jika tidak ditangani segera, dapat berujung pada komplikasi yang serius.
Apa Itu Radang Selaput Paru?
Pleuritis adalah peradangan yang terjadi pada pleura, yaitu lapisan tipis yang melindungi paru-paru. Beragam penyebab bisa memicu kondisi ini, termasuk infeksi, penyakit autoimun, dan beberapa jenis kanker.
Rasa sakit yang dialami bisa terasa saat bernapas dalam atau batuk, sehingga membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit. Jika pleuritis tidak ditangani, dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti efusi pleura, di mana cairan menumpuk di ruang antara lapisan pleura.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Gejala Pleuritis yang Perlu Diketahui
Gejala yang paling umum dari pleuritis adalah nyeri dada tajam, sering kali dirasakan lebih saat bernafas dalam dan saat batuk. Rasa sakit ini bisa semakin parah ketika seseorang bergerak atau mengubah posisi.
Selain itu, pasien juga mungkin mengalami sesak napas yang menyulitkan aktivitas fisik sehari-hari. Beberapa gejala tambahan seperti demam dan batuk juga bisa muncul, sehingga penting untuk segera menghubungi tenaga medis bila merasakan tanda-tanda ini.
Penanganan Radang Selaput Paru
Penanganan pleuritis seharusnya disesuaikan dengan penyebabnya. Apabila disebabkan oleh infeksi, biasanya dokter akan memberikan antibiotik sebagai pengobatan utama.
Selain antibiotik, kombinasi obat anti-inflamasi dan pereda nyeri juga sering direkomendasikan untuk mengurangi nyeri akibat peradangan. Dalam kasus tertentu, prosedur pengurasan diperlukan untuk mengeluarkan cairan yang terakumulasi, sehingga dapat mengurangi tekanan dan rasa sakit pada dada.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: