Paku Buwono XIII, Raja Keraton Solo, telah wafat pada 2 November 2025 dan dijadwalkan akan dimakamkan pada 5 November 2025 di Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Pemakaman ini menunjukkan penghormatan terhadap tradisi dan khazanah sejarah yang meliputi lokasi pemakaman para raja Mataram.
Sejarah Pemakaman di Imogiri
Makam Imogiri memiliki sejarah yang kaya dan telah menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi raja-raja Mataram sejak lama. Menurut Jurnal Berkala Arkeologi yang ditulis oleh Mimi Savitri, lokasi ini dibangun oleh Sultan Agung pada tahun 1632 Masehi dan dipersembahkan sebagai pajimatan bagi raja-raja.
Pemakaman di Imogiri terbagi menjadi tiga bagian utama: kompleks makam Sultan Agung di tengah, makam raja-raja Kasultanan Yogyakarta di sebelah timur, dan makam raja Kasunanan Surakarta di barat. Paku Buwono XIII diharapkan akan dimakamkan di Kedhaton Girimulyo, di mana sebagian besar anggota keluarga kaisar sebelumnya juga berada.
Kehadiran Makam Imogiri sebagai lokasi pemakaman menunjukkan betapa kuatnya warisan budaya dan sejarah bagi masyarakat di sekitar Yogyakarta dan Surakarta.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple
Arti Penting Pemakaman Tradisional
Makam Raja-Raja Imogiri diakui sebagai situs yang dimiliki oleh Keraton Yogyakarta dan Surakarta, di mana Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY bertanggung jawab terhadap pemeliharaan dan perawatan. Ini menunjukkan komitmen terhadap pelestarian sejarah dan tradisi lokal yang vital.
Sultan Agung, pendiri Makam Imogiri, memiliki keinginan untuk dimakamkan di Mekkah, namun melalui pendekatan spiritual dan kebijaksanaan Imam Sopini, akhirnya diputuskan untuk mendirikan makam di Imogiri. Hal ini menggarisbawahi pentingnya hubungan antara spiritualitas dan tata cara pemakaman dalam tradisi Jawa.
Kisah tentang bola tanah yang dilepaskan oleh Imam Sopini dan lokasinya yang dipilih menjadi cermin dari wisdom lokal yang menghargai kebutuhan komunitas untuk memiliki akses ke tempat peristirahatan raja.
Ritual Pemakaman
Persiapan pemakaman Paku Buwono XIII direncanakan dimulai dengan serangkaian ritual adat yang penting, sebelum jenazah dibawa ke Bukit Merak. GKR Wandansari Koes Moertiyah, adik dari PB XIII, menyatakan bahwa upacara pemakaman akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB pada hari yang ditentukan.
Proses ini tidak hanya mencerminkan atribut formalitas dalam pemakaman, tetapi juga menggabungkan elemen-elemen ritual yang menciptakan koneksi antara dunia yang hidup dan arwah para raja. Ini menjadi salah satu aspek penting dalam mempertahankan warisan budaya yang kaya di kawasan tersebut.
Keterlibatan masyarakat dalam prosesi pemakaman menunjukkan kenyataan bahwa tradisi ini bukan hanya milik keraton, tetapi juga bagian integral dari identitas kolektif masyarakat yang lebih luas.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Mencegah Penyakit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: