Bilqis, balita berusia empat tahun asal Makassar, Sulawesi Selatan, dilaporkan hilang pada Minggu (2/11) dan ditemukan dalam kondisi selamat di Jambi setelah enam hari pencarian.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Kasus ini mengungkap tindakan penculikan anak yang diduga melibatkan sindikat perdagangan anak, sesuai dengan penjelasan dari pihak kepolisian.
Awal Hilangnya Bilqis
Bilqis awalnya berada di Taman Pakui Sayang, Makassar, saat ayahnya, Dwi Nur Mas alias Dimas, melatih tenis. Setelah beberapa saat bermain di playground, Dimas mulai khawatir ketika Bilqis tidak merespon panggilannya.
Pencarian pun dimulai, dengan Dimas berusaha menghubungi istrinya yang ternyata juga tidak menemukan Bilqis. Upaya pencarian yang dilakukan oleh Dimas dan teman-temannya tidak membuahkan hasil hingga pagi hari.
Kekhawatiran Dimas semakin mendalam ketika rekaman CCTV dari kafe di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa Bilqis telah dibawa oleh seorang wanita bersama dua anak lainnya, diduga pelaku penculikan.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak
Proses Penyidikan dan Penemuan Bilqis
Setelah mengamati rekaman CCTV, Dimas mulai mengkhawatirkan bahwa anaknya mungkin telah menjadi korban penculikan. Wanita dalam video tampak mencurigakan, berpindah tempat dan mengenakan hijab kemudian melepasnya, menambah ketidakpastian.
Pada hari ketiga pencarian, informasi bahwa seorang wanita yang mencurigakan telah diamankan membuat harapan Dimas kembali muncul. Namun, keberadaan Bilqis tetap tidak diketahui saat penyidikan berlangsung.
Polisi akhirnya menemukan Bilqis di Kabupaten Merangin, Jambi, pada Sabtu malam (8/11). Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengonfirmasi, 'Alhamdulillah anaknya sudah ditemukan,' yang disambut dengan haru oleh keluarga.
Terungkapnya Modus Penculikan dan Perdagangan Anak
Penyidikan lebih lanjut mengungkap bahwa terduga pelaku, Sri Yuliana alias Ana, telah menjual Bilqis dengan harga Rp 3 juta kepada seorang wanita yang dikenal melalui media sosial. Ana mengaku, "Dia menawarkan Rp 3 juta uang. Transfer Rp 500 ribu ke rekeningku."
Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi memastikan Bilqis tidak mengalami kekerasan. Kombes Arya menjelaskan, 'Alhamdulillah tidak ada tanda-tanda penganiayaan dan kondisinya juga baik.'
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Makassar berencana untuk melakukan pendampingan psikologis bagi Bilqis guna memastikan proses pemulihan yang optimal.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: