Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 19:38 WIB

Fenomena Pasien Jantung Indonesia yang Memilih Pengobatan di Luar Negeri

Author

Fenomena Pasien Jantung Indonesia yang Memilih Pengobatan di Luar Negeri

Meskipun fasilitas kesehatan di Indonesia terus berkembang, banyak pasien jantung masih memilih untuk menjalani pengobatan di luar negeri. Fenomena ini mencerminkan adanya tantangan dalam pelayanan kesehatan yang perlu diatasi.

Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih

Sebanyak 47,2 persen pasien asing di Singapura merupakan warga negara Indonesia, menunjukkan tingginya minat warga Indonesia terhadap layanan kesehatan di luar negeri. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor yang mendasari pemilihan tersebut.

Masalah Pelayanan Kesehatan dalam Negeri

Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular, dr. Sugisman, menyebutkan bahwa pelayanan merupakan kunci utama yang perlu ditingkatkan di rumah sakit dan tenaga medis dalam negeri. Ia berpendapat bahwa kualitas dokter bukanlah masalah utama, melainkan pelayanan yang belum optimal.

Dalam acara BraveTalk yang diselenggarakan di Jakarta Selatan, dr. Sugisman mengungkapkan, "Sebenarnya banyak faktor, tapi yang paling dominan adalah masalah servis, bukan kualitas dokter." Pengalaman pasien sering kali diwarnai oleh birokrasi yang panjang dan sulitnya akses untuk bertemu dokter.

Meskipun kualitas tenaga medis Indonesia tidak kalah dari dokter di luar negeri, masalah aksesibilitas dan efisiensi pelayanan perlu diperhatikan. "Yang sering dikeluhkan pasien bukan soal kemampuan medis, tapi soal panjangnya birokrasi dan sulitnya akses untuk bertemu dokter," jelasnya.

Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral

Tingginya Prevalensi Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan peningkatan jumlah kasus setiap tahun. Dr. Sugisman menyampaikan bahwa perubahan gaya hidup dan pola makan berkontribusi pada buruknya kondisi kesehatan masyarakat.

"Kita melihat bahwa kasus terbanyak yang kami tangani adalah penyakit jantung koroner, dan prevalensinya terus meningkat setiap tahun," ungkapnya. Gaya hidup yang kurang sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, turut berperan dalam peningkatan kasus ini.

Dokter yang juga berpraktik di RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita menekankan perlunya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan pentingnya mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat.

Komitmen Pemerintah untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Pemerintah Indonesia menyadari dampak signifikan dari pengobatan luar negeri terhadap perekonomian, dengan estimasi kehilangan hampir Rp200 triliun devisa per tahun. Data dari Singapore Tourism Board menunjukkan bahwa banyak pasien Indonesia memilih berobat ke Singapura.

Dalam upaya menekan kebocoran tersebut, pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan daya saing layanan kesehatan domestik. Fokus utama diarahakan pada peningkatan standar rumah sakit, modernisasi teknologi medis, serta perluasan akses dan keterjangkauan layanan kesehatan.

"Kami berupaya agar masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri," ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan pentingnya reformasi di sektor kesehatan.

Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Lekang oleh Waktu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU