Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 11:18 WIB

Peringatan dari Google: Aplikasi VPN Palsu Ancaman Serius bagi Pengguna Android

Author

Peringatan dari Google: Aplikasi VPN Palsu Ancaman Serius bagi Pengguna Android

Google telah mengeluarkan peringatan tentang maraknya aplikasi jaringan pribadi virtual (VPN) palsu yang mencuri data pribadi pengguna Android.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung

Sekitar 3,9 miliar pengguna Android di seluruh dunia kini terpapar risiko keamanan akibat aplikasi mencurigakan ini.

Maraknya Aplikasi VPN Palsu

Peningkatan penipuan siber semakin mengancam pengguna ponsel, di mana penjahat dunia maya tidak henti-hentinya mencari celah untuk mengeksploitasi kelengahan pengguna.

Google mengungkapkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam jumlah aplikasi VPN palsu yang menyamar untuk mencuri informasi pribadi dan uang pengguna.

Di samping mencuri data, banyak aplikasi ini juga membawa malware berbahaya seperti trojan dan pencuri informasi keuangan, menjadikan pengguna lebih rentan terhadap kerugian finansial.

Penipuan yang Mengintai Pengguna Android

Laurie Richardson, wakil presiden kepercayaan dan keamanan di Google, menyatakan bahwa para penjahat sering kali menyamar sebagai merek tepercaya dengan menggunakan taktik rekayasa sosial yang cerdik.

Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral

"Aktor-aktor ini cenderung menyamar sebagai merek VPN perusahaan dan konsumen tepercaya," katanya, merujuk pada kutipan dari Independent.

Kecemasan ini menekankan betapa pentingnya kesadaran pengguna mengenai aplikasi yang mereka unduh dan instal.

Setelah aplikasi terinstal, pengguna sering kali tidak menyadari bahwa aplikasi tersebut berfungsi sebagai alat untuk mendistribusikan malware dan mencuri informasi.

Langkah-langkah Perlindungan Diri

Google menyarankan agar pengguna hanya mengunduh aplikasi VPN dari sumber resmi dan memeriksa apakah aplikasi tersebut memiliki lencana resmi di halaman Google Play.

"Pengguna harus memperhatikan dengan saksama izin yang diminta aplikasi - VPN seharusnya tidak memerlukan akses ke hal-hal seperti kontak atau pesan pribadi Anda," ungkap Richardson.

Pengguna juga diimbau untuk mengaktifkan perangkat lunak antivirus dan waspada terhadap aplikasi yang terlihat mencurigakan.

Dengan menjelang akhir tahun, tren penipuan diperkirakan meningkat, terutama penawaran yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU