Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memberikan klarifikasi mengenai isu yang beredar tentang pakan harimau di Taman Margasatwa Ragunan. Ia memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar setelah melakukan pengecekan langsung.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Isu yang menyebutkan harimau kurus akibat kekurangan pakan ini direspons Pramono dalam acara Festival Storytelling Cerita Rakyat di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.
Pernyataan Resmi Gubernur
Pramono Anung dengan tegas menyampaikan bahwa isu mengenai pakan harimau yang dibawa pulang oleh petugas adalah sama sekali tidak benar. "Nggak ada, saya sudah cek," katanya, menanggapi pertanyaan terkait pakan untuk harimau di Ragunan.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa harimau di Ragunan berada dalam keadaan kurus. Video yang menunjukkan harimau tersebut berjalan bolak-balik di dalam kandang memicu kekhawatiran publik.
Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik
Klarifikasi Mengenai Kesejahteraan Harimau
Seiring dengan meningkatnya ketidakpastian masyarakat, Pramono merasa perlu memberikan informasi lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa hewan-hewan di Taman Margasatwa Ragunan mendapatkan pakan yang mencukupi.
Dalam penjelasan tersebut, ia menyatakan, "Kalau berani ngambil makanan anak harimau saya, harimaunya tak keluarin nanti," menekankan pentingnya pengelolaan yang baik bagi peliharaan di tempat tersebut.
Reaksi Masyarakat dan Media Sosial
Isu tentang pakan harimau itu telah menjadi topik hangat di media sosial, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat tentang kesejahteraan hewan di Kebun Binatang Ragunan. Ini menunjukkan betapa pedulinya masyarakat terhadap perlindungan hewan.
Pramono juga berharap penjelasan ini dapat meringankan keresahan publik dan menekankan komitmennya untuk terus memantau kondisi hewan di Ragunan agar selalu dalam keadaan baik.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: