Kebijakan visa Amerika Serikat mengalami pengetatan baru yang dapat memengaruhi pemohon dengan kondisi kesehatan tertentu. Pemerintahan Donald Trump menginstruksikan penolakan bagi mereka yang dianggap akan membebani sistem kesehatan AS.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Dalam instruksi terbaru dari Departemen Luar Negeri AS, pemohon visa dengan risiko kesehatan tinggi seperti obesitas dan diabetes akan mendapatkan perhatian khusus. Kebijakan ini menandai pergeseran penting dalam pendekatan AS terhadap penerimaan imigran.
Pengetatan Kebijakan Visa dan Penyebabnya
Instruksi yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS meminta petugas konsuler untuk memprioritaskan pemohon visa dengan kondisi kesehatan yang berpotensi mahal. Obesitas, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, menjadi fokus utama kebijakan ini.
Kebijakan ini menegaskan bahwa pemohon yang menimbulkan risiko kesehatan tinggi dan dianggap berpotensi menjadi beban bagi sistem kesehatan negeri Paman Sam akan ditolak. Penilaian pemohon kini mempertimbangkan biaya perawatan jangka panjang, menunjukkan perubahan dalam cara AS melihat imigran.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Respon Publik dan Ahli Kesehatan
Kebijakan ini menimbulkan reaksi negatif di masyarakat belakangan ini. Erin Corcoran dari Universitas Notre Dame menyampaikan kritik bahwa kebijakan tersebut mengaburkan fakta bahwa banyak imigran sebenarnya tidak menjadi ancaman bagi kesehatan publik.
Barry M. Popkin juga mengungkapkan keprihatinan bahwa kebijakan ini kemungkinan memperburuk ketidakadilan bagi kelompok minoritas. Ia menegaskan bahwa meskipun memiliki risiko diabetes, mereka mungkin tidak memenuhi ambang batas tertentu dalam indeks massa tubuh (BMI).
Posisi Pemerintah Amerika Serikat
Di tengah kontroversi ini, Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk memastikan pemohon visa dapat membiayai perawatan medis mereka. Hal ini diharapkan agar mereka tidak menjadi beban bagi masyarakat setempat.
Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan, "Selama lebih dari seratus tahun, Departemen Luar Negeri telah memiliki kewenangan untuk menolak pemohon visa yang diperkirakan akan menggunakan layanan kesehatan publik yang didanai oleh pemerintah."
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: