Pterygium adalah kondisi mata yang muncul akibat paparan berlebihan terhadap sinar ultraviolet. Meski sering dianggap sepele, penyakit ini bisa memengaruhi kualitas penglihatan dan kenyamanan mata.
Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi
Gejala awal seperti kemerahan dan iritasi bisa jadi tanda bahwa pterygium sudah berkembang. Jika tidak ditangani, dampaknya bisa lebih parah dan berpotensi memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Apa Itu Pterygium?
Pterygium adalah pertumbuhan abnormal jaringan di permukaan mata, biasanya menyerupai selaput putih yang menjulur dari bagian putih mata ke kornea. Kondisi ini dapat muncul di kedua mata dan lebih umum terjadi pada orang yang aktif di luar rumah.
Paparan sinar UV dari matahari adalah penyebab utama pterygium, tetapi faktor lingkungan seperti debu dan angin juga berpengaruh. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, prevalensi pterygium cukup tinggi di Indonesia, terutama di daerah yang terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Gejala dan Diagnosis Pterygium
Gejala yang umum terjadi akibat pterygium mencakup kemerahan, iritasi, dan rasa berpasir atau gatal di mata. Dalam kasus yang lebih parah, biasanya penglihatan dapat menjadi kabur karena pertumbuhan jaringan tersebut.
Diagnosis pterygium umumnya dilakukan oleh dokter spesialis mata melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan menilai area yang terpengaruh untuk menentukan tingkat keparahan dan kebutuhan akan perawatan.
Perawatan dan Pencegahan
Perawatan awal pterygium dapat melibatkan penggunaan tetes mata yang dirancang untuk mengurangi peradangan serta rasa tidak nyaman. Namun, jika pterygium tergolong besar dan memengaruhi penglihatan, prosedur bedah mungkin akan menjadi pilihan.
Pencegahan pterygium sangat penting dan dapat dilakukan dengan memakai kacamata hitam yang memiliki perlindungan UV. Selain itu, menghindari paparan sinar matahari langsung di jam-jam tertentu juga dapat mengurangi risiko.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Mencegah Penyakit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: