Jumat, 21 NOVEMBER 2025 • 17:43 WIB

Sejarah Berciuman: Penelitian Universitas Oxford Ungkap Perilaku Purba

Author

Sejarah Berciuman: Penelitian Universitas Oxford Ungkap Perilaku Purba

Sebuah studi terbaru dari Universitas Oxford mengungkapkan bahwa perilaku berciuman telah ada jauh sebelum Homo sapiens muncul di Bumi.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung

Studi ini menunjukkan kontak mulut ke mulut non-agresif sudah berkembang pada nenek moyang primata antara 17 hingga 21 juta tahun yang lalu.

Definisi Berciuman dalam Konteks Evolusi

Dalam penelitian ini, berciuman didefinisikan sebagai 'kontak mulut ke mulut yang tidak agresif dan tidak melibatkan transfer makanan.' Definisi ini penting untuk memahami latar belakang evolusi perilaku tersebut.

Matilda Brindle, seorang ahli biologi evolusi di Universitas Oxford, menyatakan, 'ini adalah pertama kalinya seseorang menggunakan sudut pandang evolusi yang luas untuk meneliti berciuman.' Penelitian ini melibatkan pengumpulan data yang sistematis mengenai perilaku primata modern seperti simpanse, bonobo, dan orangutan.

Penemuan dan Interpretasi

Hasil studi menunjukkan bahwa berciuman merupakan sifat purba di kalangan kera besar yang telah ada sejak zaman prasejarah dan tetap ada hingga kini.

Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern

Universitas Oxford menjelaskan bahwa 'berciuman dipertahankan selama evolusi dan masih ada pada sebagian besar kera besar,' menekankan pentingnya perilaku ini dalam hubungan sosial primata.

Penelitian ini memberi perspektif baru tentang perilaku sosial dan adaptasi primata, sehingga dapat membantu memahami hubungan antara spesies yang ada sekarang dan nenek moyang purbanya.

Implikasi Terhadap Spesies Purba

Studi ini juga meneliti perilaku Neanderthal, kerabat terdekat manusia modern, dan menunjukkan kemungkinan besar bahwa mereka juga terlibat dalam praktik berciuman.

Neanderthal diketahui hidup di Eropa dan Asia Barat antara 400.000 hingga 40.000 tahun lalu, dan hubungan sosial mereka dapat diperkaya dengan temuan ini.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa manusia dan Neanderthal berbagi mikroba oral melalui transfer air liur, menandakan bahwa berciuman kemungkinan terjadi di antara mereka.

Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU