Overthinking, atau berpikir berlebihan, kerap menjadi masalah bagi banyak orang, mengganggu pikiran sehari-hari dan berpotensi merusak kesehatan otak.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Studi terbaru dalam ilmu saraf mengungkap dampak negatif dari kebiasaan ini, menimbulkan pertanyaan: apakah berpikir berlebihan dapat merusak otak secara permanen?
Apa Itu Overthinking?
Overthinking adalah proses di mana seseorang terjebak dalam pola berpikir negatif yang berulang. Hal ini dapat menyebabkan stres dan kecemasan yang berkepanjangan.
Ketika pikiran melayang terlalu jauh pada masalah atau keputusan tertentu, otak akan berulang kali memproses informasi tanpa menemukan solusi yang tepat.
Seorang ahli psikologi menjelaskan bahwa situasi ini berpotensi merusak kemampuan individu dalam mengambil keputusan efektif dan berkontribusi pada peningkatan tingkat stres.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung
Dampak Negatif Overthinking pada Otak
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa overthinking dapat mempengaruhi struktur otak, termasuk hipotalamus dan korteks prefrontal. Dua bagian ini berperan penting dalam pengaturan emosi dan pengambilan keputusan.
Seorang neurosaintis menyatakan, 'Overthinking memicu respon stres yang berkepanjangan, menciptakan pengaruh negatif dalam memori dan emosi.'
Dengan meningkatnya stres, produksi hormon kortisol juga akan naik, yang bisa merugikan neuron di dalam otak, sehingga memperburuk kondisi kesehatan mental seseorang.
Cara Mengatasi Overthinking
Ada beberapa cara untuk mengatasi overthinking, yang di antaranya meliputi teknik mindfulness dan meditasi. Kedua metode ini terbukti ampuh dalam membantu individu mengalihkan fokus dari pikiran negatif.
Menurut sejumlah ahli, melakukan aktivitas yang merangsang otak dengan cara baru, sering disebut sebagai senam otak, juga bisa jadi solusi untuk mengurangi dampak dari overthinking.
Membangun kebiasaan positif, seperti rutin berolahraga dan berinteraksi sosial, tidak hanya mengalihkan perhatian tetapi juga memberi dampak positif pada kesehatan mental dan fisik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: