Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 16:40 WIB

Mengendalikan Pengeluaran di Era Flash Sale dengan Delayed Gratification

Author

Mengendalikan Pengeluaran di Era Flash Sale dengan Delayed Gratification

Fenomena flash sale semakin mempengaruhi perilaku konsumen di era digital ini, mendorong banyak orang untuk melakukan pembelian impulsif.

Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan

Praktik 'delayed gratification' pun muncul sebagai solusi efektif untuk membantu individu mengendalikan keuangan dan menghindari pengeluaran berlebihan.

Memahami Konsep Delayed Gratification

Delayed gratification merujuk pada kemampuan untuk menahan diri dari keinginan untuk mendapatkan sesuatu secara langsung. Konsep ini sangat penting dalam pengelolaan keuangan di mana individu harus mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang.

Penelitian yang dilakukan oleh Walter Mischel pada tahun 1972, yang dikenal dengan marshmallow test, menunjukkan bahwa anak-anak yang dapat menunggu untuk mendapatkan hadiah yang lebih besar di kemudian hari memiliki hasil lebih baik dalam hidup. Ini menjadi bukti bagaimana penundaan kepuasan berhubungan dengan keberhasilan finansial.

Secara praktis, menerapkan delayed gratification dalam keuangan pribadi berarti menunda pembelian hingga individu memiliki waktu untuk merenungkan kebutuhan dan keinginan. Pendekatan ini membantu mencegah pengeluaran impulsif yang sering terjadi saat flash sale.

Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih

Strategi Menerapkan Delayed Gratification dalam Kehidupan Sehari-Hari

Salah satu cara untuk menerapkan konsep ini adalah dengan membuat daftar belanja berdasarkan kebutuhan prioritas. Dengan menyusun daftar tersebut, individu dapat fokus pada barang yang memang diperlukan dan menghindari pembelian yang tidak esensial.

Menciptakan metode menabung dan investasi juga menjadi strategi yang efisien. Dengan menyisihkan dana untuk tujuan jangka panjang, individu dapat mengurangi pengeluaran impulsif, karena setiap transaksi menjadi hasil dari pemikiran yang matang.

Selain itu, memberikan lingkungan pengambilan keputusan yang lebih matang dengan batasan waktu bisa memperkecil desakan untuk berbelanja secara impulsif. Misalnya, memberikan waktu 24 jam untuk berpikir sebelum membeli barang tertentu.

Dampak Positif dari Delayed Gratification terhadap Kesehatan Finansial

Mengadopsi prinsip delayed gratification dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan finansial. Penundaan kepuasan membantu individu menghindari pengeluaran berlebihan dan membangun disiplin dalam pengelolaan keuangan.

Survei yang dilakukan oleh Financial Planning Association Indonesia menunjukkan bahwa mereka yang mampu menahan diri dari belanja impulsif cenderung memiliki tabungan lebih besar dan lebih siap dalam menghadapi situasi darurat. Ini menggarisbawahi keterkaitan antara kemampuan menunda kepuasan dan keberhasilan finansial jangka panjang.

Dengan mengintegrasikan strategi delayed gratification ke dalam rutinitas keuangan sehari-hari, individu dapat mengembangkan kebiasaan finansial yang positif serta membangun masa depan yang stabil dan terencana.

Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU