Senin, 01 DESEMBER 2025 • 20:47 WIB

Deforestasi Indonesia: Tantangan dan Dampaknya

Author

Deforestasi Indonesia: Tantangan dan Dampaknya

Deforestasi di Indonesia kembali mencuri perhatian setelah banjir dan longsor melanda Sumatera, menyoroti dampak serius hilangnya hutan di negara ini.

Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Data terbaru menempatkan Indonesia di urutan lima dunia dalam hal kehilangan hutan, meskipun laju penurunan deforestasi menunjukkan perubahan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Deforestasi Indonesia: Data dan Statistik

Berdasarkan data dari Global Forest Watch (GFW), Indonesia kehilangan sekitar 1,1 juta hektare tutupan pohon di tahun 2024, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat kehilangan hutan tertinggi.

Lima provinsi utama yang mengalami deforestasi terbesar adalah Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur.

Kendati terdapat kebijakan untuk meminimalkan kerusakan, tekanan terhadap hutan tetap signifikan, menyisakan pertanyaan tentang keberlanjutan sumber daya alam ini.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Korban dari Video Viral dan Respon Publik

Kalimantan: Fokus Deforestasi

Kalimantan menjadi wilayah utama yang menyumbang deforestasi, dengan data Kementerian Kehutanan menunjukkan angka deforestasi netto mencapai 175,4 ribu hektare pada tahun 2024.

Dari total tersebut, 92,8% merupakan deforestasi bruto yang mayoritas terjadi di hutan sekunder, umumnya berlokasi dalam kawasan hutan.

Kebakaran hutan dan ekspansi perkebunan, terutama sawit dan tambang, mengancam kekayaan hutan Kalimantan secara nyata.

Penyebab Deforestasi di Indonesia

Berbagai faktor saling terkait berkontribusi terhadap deforestasi di Indonesia, termasuk alih fungsi lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara.

Pembalakan liar dan pembakaran hutan juga semakin meluas, sering kali memanfaatkan akses terbuka ke area hutan.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kian menambah tekanan terhadap keberadaan hutan di Kalimantan.

Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU