Deswita Maharani mengalami kejadian yang tak terlupakan saat suaminya, Ferry Maryadi, pingsan mendadak dalam mobil. Momen ini berlangsung setelah mereka kembali dari rumah sakit di Bandung dan Ferry menjalani pengobatan lanjutan.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung
Ferry menjelaskan, 'Gak tahulah apa namanya (koma atau apa) cuma gak di sini aja (jiwanya). Saksinya istri saya yang ada di situ.' Deswita, yang terkejut, menyaksikan suaminya jatuh tidak sadarkan diri di sampingnya.
Kejadian Tiba-Tiba di Mobil
Ferry Maryadi dan Deswita Maharani baru saja pulang dari menjalani pengobatan di rumah sakit di Bandung. Dalam perjalanan itu, Ferry memutuskan untuk berobat jalan di Jakarta, namun situasi berubah drastis.
Deswita mengingat betul kejadiannya, 'Ini kejadiannya September 2024. Aku lupa menyampaikan ke dokter kalau dia paginya baru minum obat dengan dosis yang cukup keras.' Dosis obat yang diberikan kepada Ferry berpengaruh pada kondisi fisiknya saat disuntik di siang harinya.
Saat sedang berbincang dalam mobil, kondisi Ferry tiba-tiba memburuk. Deswita yang panik menutup telepon dan mendapati suaminya terkulai tanpa reaksi.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Usaha Pertolongan yang Dramatis
Deswita, melihat suaminya tidak bereaksi, segera mencari cara untuk meminta bantuan. Dia mengingat, 'Sampai aku goncang-goncangin dia terus. 'Cari IGD terdekat',' ujarnya sambil berusaha menenangkan dirinya.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Deswita terus memanggil nama Ferry. 'Gak tahu kenapa aku merasa itu bukan nama dia. Aku ingatnya roh kita tahunya nama kita bukan nama panggilan,' ungkapnya, mengenang ketegangan yang terjadi selama tujuh menit menunggu pertolongan.
Ferry merasakan ketidakberdayaan saat tidak sadarkan diri dan menggambarkan momen tersebut sebagai perjalanan dalam kegelapan dengan cahaya menyilaukan yang menghampirinya.
Menghadapi Tindakan Medis di IGD
Sesampainya di IGD, kondisi Ferry ternyata cukup kritis dengan tekanan darah yang sangat rendah. Deswita segera menjelaskan situasi kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang cepat.
Dokter yang menangani Ferry segera menyadari ada yang tidak biasa dan berusaha melakukan tindakan yang diperlukan. Deswita menambahkan, 'Dokternya juga sampai, oh... ya ampun ini dibarengi,' menegaskan betapa seriusnya keadaan pada saat itu.
Dalam momen tersebut, Ferry merasa sangat bersyukur, 'Terus terang aku merasa beruntung bisa selamat dari kejadian ini. Berkat Deswita, aku bisa kembali.'
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Korban dari Video Viral dan Respon Publik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: