Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 11:01 WIB

Fenomena Air Jernih di Danau Singkarak di Tengah Musibah Banjir

Author

Fenomena Air Jernih di Danau Singkarak di Tengah Musibah Banjir

Di tengah pemberitaan mengenai banjir yang melanda beberapa wilayah di Aceh dan Sumatera, Danau Singkarak di Sumatera Barat menunjukkan kondisi yang tak biasa.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan

Aliran air yang biasanya tenang kini tampak jernih dan deras setelah pembukaan bendungan di kawasan Ombilin, menarik perhatian banyak warga.

Kejadian Aliran Jernih yang Menyita Perhatian

Video yang diunggah melalui akun TikTok @sondra*** memperlihatkan kondisi air Danau Singkarak yang meluap, mencapai setinggi betis dan menggenangi halaman masjid.

"Danau Singkarak meluap," ujar pengunggah, sembari menunjukkan tampilan air yang jernih dengan refleksi warna kehijauan.

Sebuah unggahan lain membandingkan aliran danau dengan sungai-sungai di Eropa, mencatat, "Pasca pelepasan air Danau Singkarak di Ombilin seperti sungai di Swiss."

Meski debit air meningkat, kondisi ini dianggap aman dan menjadi daya tarik bagi warga setempat yang ingin menyaksikannya.

Respon Warganet dan Persepsi Bersihnya Air

Fenomena ini memicu berbagai reaksi warganet yang mengagumi kejernihan air, menyoroti perbedaan dengan banjir umumnya yang biasanya keruh.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple

Seorang pengguna TikTok berkomentar, "Ini beneran di Indonesia ada danau sebersih dan seindah ini?"

Ada pula yang mengaitkan kondisi ini dengan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti yang diungkapkan oleh akun @radenzerga*, "Jernih ya. Berarti warganya nggak sembarangan buang sampah."

Warganet juga mencatat bahwa kondisi air yang tidak membawa lumpur atau sampah memberikan kesan positif di tengah musibah banjir.

Penjelasan Warga Lokal tentang Kejadian

Warga lokal, Sondra Agung Mulyadi, menjelaskan bahwa kenaikan permukaan air disebabkan oleh curah hujan yang tinggi, bukan karena akumulasi sampah.

Ia menjelaskan, "Air meluap karena hujan, bukan karena sampah. Di perkarangan tempat air naik, tidak ada sampah atau kotoran."

Sondra menambahkan bahwa pembukaan pintu bendungan dilakukan selama 24 jam untuk menjaga kestabilan volume air, yang mengalir ke Sungai Indragiri di Riau atau dialihkan ke Batang Anai untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Saat ini, kondisi di sekitar Danau Singkarak dikategorikan masih terkendali, dan aktivitas warga di masjid tetap berjalan meski terdapat genangan air.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Pilihan Ideal untuk Pemula

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU