China saat ini menghadapi lonjakan signifikan kasus influenza H3N2, yang telah membuat banyak rumah sakit kewalahan dalam menangani pasien. Kondisi ini semakin kritis, terutama di kalangan anak-anak, siswa dan pasien cilik harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan perawatan.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Menurut para ahli kesehatan, tingkat infeksi terus meningkat, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Dalam beberapa wilayah, seperti Beijing, Tianjin, dan Guangdong, rumah sakit mengalami antrean panjang akibat banyaknya pasien yang datang.
Situasi Kesehatan Masyarakat yang Mengkhawatirkan
Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah kasus influenza melonjak di sejumlah wilayah di China. 'Tingkat infeksi semakin melonjak pada akhir November 2025,' kata Peng Zhibin, peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Partai Komunis China.
Media sosial di China dipenuhi dengan unggahan yang menunjukkan antrean panjang anak-anak yang menunggu diperiksa di rumah sakit. Beberapa pasien terpaksa menunggu berjam-jam, mencerminkan kondisi krisis di fasilitas kesehatan.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan
Penyebab dan Dampak Influenza H3N2
Dr. Zhang Datao, Direktur Institut Pengendalian Penyakit Menular dan Endemik di CDC Beijing, mengonfirmasi bahwa strain H3N2 adalah penyebab utama lonjakan kasus. Anak-anak berusia 5-14 tahun adalah kelompok yang paling terdampak, terutama di sekolah dan pusat penitipan anak.
'Flu akhir-akhir ini sangat mengerikan,' ungkap seorang pengguna media sosial menggambarkan situasi di Rumah Sakit Anak Beijing. Lonjakan juga terjadi pada ketersediaan obat antivirus influenza yang melonjak hingga 500 persen pada pertengahan November.
Langkah Penanganan Krisis Kesehatan
Komisi Kesehatan Nasional China telah mengambil tindakan cepat dengan meminta pemerintah lokal untuk memperluas akses layanan kesehatan. Ini termasuk penambahan kuota janji temu rawat jalan dan memperpanjang jam operasional klinik.
CDC dan pemerintah setempat menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada mutasi besar pada virus H3N2 yang terdeteksi. Masyarakat diminta untuk tetap waspada, sementara distribusi klinik tambahan diharapkan dapat mengurangi kepadatan rumah sakit.
Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: