Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 18:57 WIB

Harga Dan Depresiasi Mobil Listrik BYD Seal Di Indonesia

Author

Harga Dan Depresiasi Mobil Listrik BYD Seal Di Indonesia

Harga baru BYD Seal kini mencapai Rp 750 juta untuk varian tertingginya, menarik perhatian konsumen di Tanah Air.

Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat

Namun, harga pasar untuk varian bekas mengalami penurunan signifikan hanya dalam waktu satu tahun.

Perbandingan Harga Baru dan Bekas

Harga untuk BYD Seal baru bervariasi bergantung pada tipe, dengan harga terendah di Rp 639 juta hingga tertinggi Rp 750 juta.

Penurunan nilai jual kembali mobil ini dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor penyebabnya.

Melihat dari platform jual beli mobil bekas, terdapat contoh BYD Seal Premium yang dijual seharga Rp 439 juta setelah menempuh jarak 13.000 kilometer.

Sementara itu, BYD Seal Performance dengan jarak tempuh di bawah 10.000 kilometer ditawarkan seharga Rp 500 juta, Rp 250 juta lebih murah dibandingkan versi barunya.

Dampak Teknologi dan Baterai

Salah satu faktor utama dalam penurunan nilai jual kembali mobil listrik adalah kekhawatiran pembeli terhadap baterai, komponen termahal dari mobil listrik.

Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, menyatakan bahwa 'baterai merupakan pusat kekhawatiran terbesar bagi calon pembeli mobil bekas.'

Degradasi kapasitas baterai seiring dengan penggunaan memang sangat menjadi perhatian konsumen yang ingin membeli mobil bekas.

Setelah sekitar 3.000 siklus pengecasan, baterai bisa kehilangan garansi pabrik, yang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi calon pembeli.

Tingginya Depresiasi Mobil Listrik Bekas

Agung Iskandar, Direktur OLXMobbi, menjelaskan bahwa banyaknya pendatang baru di segmen mobil listrik dengan harga lebih terjangkau berkontribusi pada tingginya depresiasi harga mobil listrik bekas.

Ia menyatakan bahwa 'harga jual mobil listrik bekas di pasaran saat ini terpantau mengalami tingginya depresiasi, bahkan lebih tinggi dibandingkan mobil hybrid dan non-listrik.'

Fenomena ini dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap nilai jual kembali mobil listrik, terutama model-model yang lebih tua yang tidak memiliki keunggulan teknologi baterai terbaru.

Dengan berbagai faktor tersebut, pasar mobil listrik bekas di Indonesia mengalami perubahan yang signifikan dalam waktu yang singkat.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU