Seorang wanita asal Tangerang, Sulistia, mengalami perjalanan yang mengkhawatirkan setelah didiagnosis gagal ginjal stadium 5 pada usia 14 tahun.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih
Kondisinya dimulai dengan gejala yang disalahartikan sebagai gangguan asam lambung, yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Awal Gejala dan Salah Diagnosis
Sulistia mengalami banyak gejala seperti bengkak di seluruh tubuh, mual, serta sesak napas yang cukup mengkhawatirkan. Dalam dua bulan pencarian pertolongan di berbagai klinik, keluhan yang ia sampaikan selalu dipandang sebagai gangguan asam lambung.
Kurangnya pemeriksaan yang komprehensif mengakibatkan sejumlah dokter menduga bahwa dia mengalami flek paru, yang justru memperlambat penanganan penyakit serius yang sebenarnya.
Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain
Perawatan Intensif yang Diperlukan
Keadaan Sulistia semakin memburuk hingga dia tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke IGD di salah satu rumah sakit di Tangerang. Setibanya di rumah sakit, diagnosis yang tepat yakni gagal ginjal stadium 5 baru ditemukan.
Sulistia pun harus menjalani perawatan intensif di unit perawatan selama dua minggu. Selama masa kritis ini, ia mulai melakukan cuci darah secara rutin meskipun dalam keadaan koma.
Kondisi Terkini dan Kehidupan Sehari-hari
Kini, setelah menjalani perawatan yang panjang, Sulistia merasa relatif sehat meskipun harus membatasi asupan cairan. Ia menjelaskan, 'Paling kadang sesak aja kalau minum banyak karena minumnya sudah ditakar 600 ml seharian.'
Pengalaman yang dilalui oleh Sulistia mengingatkan kita tentang pentingnya kewaspadaan dalam diagnosis penyakit, terutama pada usia muda. Banyak orang menghadapi kesulitan dalam mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai, sehingga disarankan untuk selalu mencari pendapat kedua saat menghadapi gejala yang tidak biasa.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: