Hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pendidikan ibu berpengaruh besar terhadap kelengkapan imunisasi dasar anak-anak di Indonesia. Data terbaru mengungkapkan bahwa 70,7% anak dengan imunisasi lengkap lahir dari ibu yang berpendidikan tinggi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Sementara itu, penurunan angka imunisasi terlihat signifikan pada ibu dengan tingkat pendidikan lebih rendah. Riset menyatakan bahwa pemahaman tentang pentingnya imunisasi semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya pendidikan ibu.
Imunisasi Dasar Sebagai Fondasi Kesehatan Anak
Imunisasi dasar berperan penting dalam melindungi anak dari penyakit menular. Pengetahuan dan pemahaman terhadap imunisasi perlu disampaikan dengan jelas kepada orang tua, sebab keputusan memberikan imunisasi sangat dipengaruhi oleh informasi yang benar.
Menurut Perpres Nomor 60 Tahun 2013, anak usia dini yang masih dalam kandungan hingga usia enam tahun harus mendapatkan imunisasi guna melindungi sistem imun mereka yang sedang berkembang. Tanpa imunisasi, risiko terkena penyakit yang seharusnya dapat dicegah akan meningkat.
Data dari Susenas Maret 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 63% anak berusia 12-23 bulan di Indonesia telah memperoleh imunisasi dasar yang lengkap. Meskipun hasil ini cukup positif, masih banyak anak lain yang memerlukan perlindungan melalui imunisasi.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Hubungan Antara Pendidikan Ibu dan Kelengkapan Imunisasi
Berdasarkan catatan BPS, kelengkapan imunisasi tertinggi ada pada anak yang ibunya berpendidikan perguruan tinggi, mencapai 70,56%. Namun, angka ini menurun pada ibu yang hanya tamat SMA dengan 64,97% dan semakin menurun pada ibu tamat SMP (62,84%) dan ibu yang tidak tamat SD (47,25%).
Keberadaan pola ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seorang ibu, maka semakin tinggi pula kesadaran dan pemahaman mereka terhadap pentingnya imunisasi bagi anak. Hal ini menjadi indikator penting dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di masa yang akan datang.
Walaupun kondisi ekonomi bisa memengaruhi akses ke pelayanan kesehatan, Kementerian Kesehatan RI telah menekankan bahwa pemerintah menyediakan imunisasi dasar secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan. Ini membuktikan bahwa informasi dan pemahaman terkait manfaat imunisasi lebih dominan dibandingkan dengan kendala finansial.
Peran Orang Tua dalam Kesehatan Anak
Imunisasi merupakan hak bagi setiap anak, namun juga menjadi tanggung jawab orang tua. Kesadaran akan pentingnya imunisasi berperan besar dalam kesehatan anak-anak di masa depan.
Ancaman penyakit seperti campak, polio, dan hepatitis B tetap ada tanpa perlindungan vaksinasi. Dengan adanya akses layanan kesehatan yang memadai dikombinasikan dengan pengetahuan yang baik, orang tua dapat berkontribusi dalam melindungi anak-anak mereka.
Penting bagi setiap orang tua untuk mengakses informasi yang akurat mengenai imunisasi agar dapat berkontribusi pada kesehatan anak dan generasi mendatang.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: