Mengatur keuangan pribadi sering kali dianggap sebagai hal yang rumit dan menakutkan bagi banyak orang. Banyak yang lebih memilih menyerahkan tanggung jawab ini kepada pihak lain, seperti penasihat keuangan.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR
Fear of missing out (FOMO) dan ketidakpastian investasi menjadi alasan utama mengapa individu ragu untuk mengambil alih pengelolaan keuangan mereka sendiri.
Kurangnya Pengetahuan Dasar
Ketika mendengar istilah keuangan seperti investasi, bunga, atau rencana pensiun, banyak orang merasa bingung. Ketidakpahaman ini sering kali berasal dari kurangnya edukasi keuangan sejak dini.
Sebagian besar sekolah di Indonesia belum efektif dalam mengajarkan manajemen keuangan kepada siswa. Akibatnya, banyak orang dewasa yang tetap tidak paham dasar-dasar keuangan.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman
Ketakutan Akan Kesalahan
Satu kesalahan dalam pengaturan keuangan bisa berakibat fatal, yang membuat banyak orang ragu untuk melangkah sendiri. Mereka takut membuat keputusan yang salah yang dapat merugikan masa depan mereka.
Risiko dan ketidakpastian dalam berinvestasi juga menjadi momok bagi banyak orang. Terlebih lagi, berita tentang kebangkrutan atau kerugian besar sering kali menjadi pengingat akan risiko tersebut.
Pengaruh Lingkungan Sosial
Tekanan dari teman atau keluarga berperan penting dalam keputusan finansial seseorang. Misalnya, banyak yang memilih mengikuti tren konsumsi dari friends circle meski tahu itu bukan pilihan bijak.
Media sosial juga berkontribusi pada persepsi bahwa orang lain lebih sukses secara finansial. Ini sering membuat seseorang merasa kurang percaya diri untuk mengambil alih kendali keuangannya sendiri.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: