Konsumsi gula yang melebihi batas telah menjadi masalah kesehatan yang semakin diperhatikan masyarakat. Ahli kesehatan menyoroti pentingnya mengenali gejala-gejala yang muncul akibat asupan gula berlebih.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Dari penambahan berat badan hingga masalah kulit, berbagai tanda dapat muncul sebagai akibat konsumsi gula yang berlebihan. Mengubah pola makan menjadi lebih sehat merupakan langkah pencegahan yang disarankan.
Gejala Fisik Akibat Konsumsi Gula Berlebihan
Menurut dr. Lela Ahleman, seorang spesialis di bidang dermatologi dan gizi, ada beberapa gejala fisik yang perlu diwaspadai terkait asupan gula yang tinggi. Pertama, penambahan berat badan yang cepat serta rasa lapar yang terus-menerus dapat terjadi.
Gula memiliki kepadatan kalori tinggi yang bisa berkontribusi pada peningkatan berat badan. "Ketika Anda selalu lapar, Anda akhirnya makan lebih banyak daripada yang Anda butuhkan, yang pada akhirnya menyebabkan kenaikan berat badan," ujar dr. Ahleman.
Selain itu, konsumsi gula juga dapat menyebabkan munculnya jerawat. "Konsumsi gula dapat meningkatkan kadar hormon insulin-like growth factor 1 (IGF-1)," jelasnya.
Dengan meningkatnya kadar IGF-1, kelenjar sebaceous bisa terstimulasi, menyebabkan terjadinya jerawat akibat penyumbatan di area tersebut.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
Dampak Emosional dan Kekebalan Tubuh
Kelebihan gula tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga emosional. Kenaikan kadar glukosa yang cepat dalam darah dapat memicu respons insulin yang tinggi, yang sering dikenal sebagai hipoglikmia.
Dr. Ahleman menyatakan, "Ini menyebabkan keinginan makan yang kuat dan perubahan suasana hati." Beberapa orang bisa menjadi lebih mudah marah akibat fluktuasi ini.
Di sisi lain, konsumsi gula berlebihan juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Gula yang diserap berlebih dapat memicu masalah di usus besar.
"Pemberian makanan secara selektif menyebabkan perkembangan bakteri ini," tambahnya. Hal ini berpotensi menyebabkan peradangan yang mempercepat penuaan.
Dampak pada Kualitas Kulit dan Penuaan
Tingginya asupan gula juga berpengaruh pada kualitas kulit. Dr. Ahleman mengatakan bahwa konsumsi gula yang tinggi menyebabkan pembentukan produk akhir glikasi lanjut atau AGEs yang merusak serat kolagen.
"Kelebihan AGEs dapat membuat serat kolagen menjadi kaku dan rapuh," ujarnya. Penurunan kualitas kolagen ini dapat menghambat kemampuan tubuh untuk meregenerasi diri.
"Ketika terlalu banyak AGEs, serat kolagen kita menjadi kaku, rapuh, dan mengalami degenerasi," jelas dr. Ahleman. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga asupan gula.
Baca juga: KPop Demon Hunters, Fenomena Baru di Netflix
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: