Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 17:34 WIB

Masyarakat Dihimbau Waspadai Gejala Kusta Sejak Dini

Author

Masyarakat Dihimbau Waspadai Gejala Kusta Sejak Dini

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala kusta yang sering kali tidak disadari. Peringatan ini muncul setelah sorotan publik terhadap kasus kusta yang melibatkan warga negara Indonesia di luar negeri.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebutkan bahwa dalam satu tahun terakhir, lebih dari 10 ribu kasus kusta terdeteksi di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kusta masih menjadi masalah kesehatan yang serius di tanah air.

Gejala Kusta yang Harus Diwaspadai

Kusta sering kali terlambat terdeteksi karena dianggap ringan atau tidak mengganggu, meskipun dapat menyebabkan gangguan saraf yang serius. Aji menjelaskan, "Gejala kusta sering tidak menimbulkan rasa nyeri. Padahal, deteksi dan pengobatan dini sangat menentukan keberhasilan penyembuhan."

Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal kusta pada kulit, seperti bercak kulit yang mati rasa, tampak mengilap atau bersisik. Selain itu, terdapat kemungkinan munculnya lepuh atau luka pada tangan dan kaki yang tidak terasa nyeri, serta kesemutan hingga nyeri pada anggota gerak.

Menurut Aji, salah satu tantangan utama dalam penanganan kusta adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gangguan saraf atau kecacatan yang sudah parah.

Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari

Pentingnya Pengobatan Dini

Aji menekankan bahwa kusta tidak mudah menular dan dapat disembuhkan secara total jika diobati sejak dini dan secara lengkap. Pemerintah juga menjamin bahwa pengobatan kusta tersedia secara gratis di Puskesmas.

"Kalau menemukan gejala seperti itu, jangan menunda. Segera datang ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Pengobatan kusta gratis dan harus dijalani sampai selesai," tegas Aji.

Kesadaran mengenai gejala awal ini adalah kunci untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Peningkatan kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pengobatan dapat menurunkan angka penularan secara signifikan.

Menghapus Stigma terhadap Pengidap Kusta

Selain aspek medis, Kemenkes juga mengangkat isu pentingnya menghapus stigma yang dialami oleh pengidap kusta. Diskriminasi yang ada justru menghalangi upaya penemuan kasus dan pengobatan yang lebih cepat.

Aji menuturkan, "Stigma dan diskriminasi justru memperburuk situasi. Kusta adalah penyakit yang bisa disembuhkan, bukan untuk ditakuti atau dijauhi."

Diharapkan, dengan meningkatnya perhatian masyarakat akibat kasus di luar negeri, kesadaran terhadap potensi bahaya kusta di dalam negeri pun meningkat. Ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya deteksi dini yang lebih efektif dan penurunan angka penularan di masyarakat.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Prinsip Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU