Minggu, 21 DESEMBER 2025 • 20:39 WIB

Kolesterol Tinggi pada Orang Kurus: Fakta yang Perlu Diketahui

Author

Kolesterol Tinggi pada Orang Kurus: Fakta yang Perlu Diketahui

Banyak orang percaya bahwa tubuh kurus berarti kesehatan yang optimal dan rendah risiko seperti penyakit jantung. Namun, penelitian terbaru membuktikan bahwa individu dengan tubuh ramping bisa saja mengalami kolesterol tinggi yang tidak terdeteksi.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Para ahli menegaskan bahwa faktor genetik dan riwayat keluarga memiliki peranan penting dalam menentukan kadar kolesterol, lebih dari sekadar memperhatikan berat badan. Ini menjelaskan mengapa seseorang yang menjaga pola makan pun bisa menghadapi risiko serius terkait kolesterol.

Mengapa Orang Kurus Bisa Mengalami Kolesterol Tinggi?

Kolesterol di dalam tubuh sebagian besar diproduksi oleh hati, namun juga dapat diperoleh dari makanan. Dalam kasus individu kurus dengan kolesterol tinggi, banyak yang mengalami permasalahan ini karena faktor genetik, di mana hati mereka memproduksi LDL (Low-Density Lipoprotein) dalam jumlah berlebihan.

Meskipun menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga, mereka tetap berpotensi memiliki kadar kolesterol yang berbahaya. Penelitian menunjukkan bahwa situasi ini bisa menyebabkan pembentukan plak di arteri lebih awal, menyebabkan arteri 'menua' dengan cepat.

Menurut penelitian dari Z. Vaezi dan Global Lipids Genetics Consortium, kolesterol tinggi tidak hanya menjadi ancaman bagi mereka yang kelebihan berat badan, tetapi juga bagi mereka yang tampaknya sehat secara fisik.

Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan

Kondisi Genetik Pemicu Kolesterol Tinggi

Hiperkolesterolemia Familial (FH) merupakan salah satu kondisi genetik yang dapat memicu kadar kolesterol tinggi. Sebuah penelitian oleh C. Pirazzi menunjukkan bahwa mutasi genetik ini sering kali menjadi penyebab penyakit jantung dini pada individu yang terlihat sehat.

Kondisi ini diperkirakan mempengaruhi 1 dari 200 hingga 250 orang di seluruh dunia, yang disebabkan oleh kerusakan gen tertentu seperti LDLR, APOB, atau PCSK9. Kerusakan ini menghambat kemampuan tubuh untuk membersihkan LDL dari aliran darah.

Individu yang terkena FH menghadapi risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah kardiovaskular, apalagi jika ada posisi fisik yang tidak mencolok dari segi kesehatan.

Pentingnya Skrining Keluarga untuk Mendeteksi Risiko Kolesterol

American Heart Association (AHA) menekankan bahwa kolesterol tinggi seringkali merupakan kondisi yang 'diturunkan'. Jika ada sejarah serangan jantung dini dalam keluarga, disarankan semua anggota keluarga untuk melakukan tes skrining kesehatan.

Beberapa tes yang direkomendasikan termasuk Panel Lipid Puasa, yang mengukur kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Selain itu, ada pentingnya melakukan tes genetik untuk FH, terutama jika kadar LDL sangat tinggi dan ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Dengan mengetahui risiko genetik, individu dan keluarga mereka dapat mengambil langkah yang tepat untuk mengelola kesehatan jantung mereka sejak dini.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU