Senin, 22 DESEMBER 2025 • 19:35 WIB

Langit Merah Darah di Pandeglang, Fenomena Alam yang Tidak Berbahaya Menurut BMKG

Author

Langit Merah Darah di Pandeglang, Fenomena Alam yang Tidak Berbahaya Menurut BMKG

Fenomena langit berwarna merah darah terjadi di Pandeglang pada Kamis (18/12) petang, mengejutkan banyak warga di daerah tersebut.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan hal biasa dan tidak memiliki hubungan dengan bencana.

Fenomena Langit Merah Darah

Ketika matahari terbenam, langit berwarna merah darah menarik perhatian banyak warga yang langsung mengambil foto dan membagikannya di media sosial.

Sejumlah unggahan menunjukkan langit dengan warna merah pekat, yang kemudian menjadi viral, memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.

Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo

Penjelasan dari BMKG

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II Banten, Hartanto, menjelaskan bahwa warna merah tersebut adalah hasil dari fenomena optik atmosfer yang disebut hamburan Rayleigh.

Fenomena ini terjadi saat cahaya matahari yang berada pada posisi rendah terhalang oleh partikel-partikel tertentu di atmosfer, sehingga warna dengan gelombang panjang seperti merah dan jingga dapat terlihat.

Faktor Penyebab Warna Merah Darah

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan langit berwarna merah darah termasuk konsentrasi uap air dan partikel aerosol seperti debu atau polutan yang mengambang di udara.

Hartanto menambahkan bahwa saat hujan turun di wilayah Pandeglang, efek pantulan warna merah pada awan menjadi lebih jelas, yang menegaskan bahwa fenomena ini hanya merupakan perubahan visual akibat kondisi atmosfer.

Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU