Nyeri pada telapak kaki merupakan keluhan yang umum dan terkadang dianggap sepele. Namun, rasa sakit yang terus-menerus mungkin menandakan masalah kesehatan yang lebih serius.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Penyebab nyeri di telapak kaki bervariasi, mulai dari kondisi ringan seperti kelelahan hingga penyakit kronis yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Penyebab Umum Nyeri di Telapak Kaki
Salah satu penyebab paling umum dari nyeri di telapak kaki adalah plantar fasciitis. Menurut Very Well Health, kondisi ini disebabkan oleh peradangan pada jaringan penghubung di bawah kaki yang dikenal sebagai plantar fascia, yang membentang dari tumit hingga jari kaki.
Gejala plantar fasciitis meliputi rasa nyeri tajam atau tumpul yang biasanya paling terasa ketika pertama kali menginjak lantai di pagi hari. Faktor risiko termasuk kondisi kaki datar, kelebihan berat badan, serta seringnya berjalan di permukaan keras.
Selain itu, osteoarthritis atau radang sendi yang umumnya terjadi pada lutut juga dapat menimbulkan nyeri. Penderita radang sendi sering kali mengubah cara berjalan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi tekanan pada telapak kaki dan menyebabkan nyeri.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Musculoskeletal Care tahun 2023 menunjukkan bahwa plantar fasciitis sering terjadi bersamaan dengan osteoarthritis lutut, terutama saat terjadi nyeri di area tumit.
Kondisi Lain yang Menyebabkan Nyeri
Metatarsalgia adalah kondisi lain yang sering menyebabkan nyeri pada bagian depan telapak kaki. Rasa sakit umumnya muncul akibat tekanan pada lima tulang metatarsal dan terasa tajam atau terbakar, sering kali diperburuk saat berdiri atau berlari.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Kondisi ini sering dialami oleh individu yang melakukan aktivitas berintensitas tinggi, seperti lari atau lompat. Selain itu, perempuan paruh baya juga lebih rentan mengalami metatarsalgia.
Kapalan dan kutil kaki adalah kondisi lain yang dapat menyebabkan nyeri. Muncul akibat gesekan atau tekanan berulang dari sepatu yang tidak tepat, kapalan adalah penebalan kulit tanpa inti, sedangkan kutil memiliki inti yang keras.
Mengacu pada Healthline, kedua kondisi ini dapat diatasi secara mandiri, tetapi jika muncul tanda infeksi atau jika individu tersebut menderita diabetes, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Risiko Asam Urat Tinggi dan Kutil Plantar
Kutil plantar, yang muncul akibat infeksi virus human papillomavirus (HPV), juga dapat menyebabkan nyeri di telapak kaki. Kutil ini dapat menyebar melalui kontak langsung atau berbagi barang, seperti sepatu dan kaus kaki.
Menurut Cleveland Clinic, kutil plantar dapat menimbulkan rasa sakit yang signifikan hingga mengubah cara berjalan penderita untuk menghindari nyeri, meskipun mereka biasanya hilang dalam satu hingga dua tahun.
Asam urat tinggi merupakan penyebab lain yang dapat menyebabkan nyeri di telapak kaki. Ketika kadar asam urat meningkat, radang sendi dapat terjadi, yang biasanya ditandai dengan nyeri hebat di jari, lutut, atau sendi lainnya.
Serangan nyeri akibat asam urat bisa berlangsung selama satu hingga dua minggu, dengan gejalanya yang sangat menyakitkan dan dapat kembali setelah periode tanpa gejala.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: