Masalah migrain bisa menjadi permasalahan yang mengganggu banyak orang di Indonesia. Ternyata, beberapa makanan bisa menjadi pemicu yang sering tidak terduga.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Dengan memahami makanan yang dapat menyebabkan migrain, kita dapat menghindarkan diri dari serangan sakit kepala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya diwaspadai.
Pengenalan Migrain dan Pemicu Makanannya
Migrain adalah jenis sakit kepala yang sering disertai gejala lain seperti mual dan sensitivitas terhadap cahaya. Dalam banyak kasus, pemicu migrain tidak hanya disebabkan oleh stres atau kurang tidur, tetapi juga jenis makanan yang dikonsumsi.
Banyak orang melaporkan bahwa makanan tertentu dapat menjadi penyebab serangan migrain. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis-jenis makanan yang berisiko dapat menyebabkan masalah ini.
Makanan yang Perlu Diwaspadai
Pertama, keju tua dikenal sebagai salah satu pemicu migrain paling umum. Keju seperti cheddar dan blue cheese mengandung tiramin, senyawa yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan serangan migrain.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih
Kedua, makanan yang mengandung kafein juga sebaiknya dicermati. Meskipun kafein dalam jumlah kecil dapat meredakan sakit kepala, konsumsi berlebihan justru dapat memicu migrain.
Makanan olahan dan yang mengandung pengawet, seperti daging asap dan sosis, juga dapat menjadi pemicu migrain. Senyawa nitrat yang terkandung dalam makanan ini sebelumnya pernah dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan migrain.
Ragam Makanan yang Dapat Menjadi Pemicu
Makanan manis atau yang mengandung gula berlebihan juga dapat berkontribusi pada munculnya migrain. Banyak orang melaporkan bahwa cokelat, meskipun sangat digemari, dapat menjadi pemicu serangan migrain.
Alkohol, terutama jenis merah, sering dituduh sebagai penyebab migrain. Hal ini mungkin terkait dengan dehidrasi atau reaksi tubuh terhadap senyawa dalam minuman tersebut.
Berry, terutama stroberi, juga perlu diperhatikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa buah ini dapat meningkatkan risiko migrain, meskipun tidak semua orang setuju dengan temuan ini.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: