Matcha, si superfood yang kaya manfaat, ternyata memiliki risiko yang perlu diperhatikan saat dikonsumsi secara berlebihan. Meskipun tinggi nutrisi, ada beberapa efek samping yang bisa muncul jika tak diimbangi dengan bijak.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman
Konsumsi matcha dalam jumlah berlebih bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti gangguan pencernaan dan peningkatan risiko kanker kerongkongan. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai efek samping yang mungkin menyertai asupan matcha.
Apa Itu Matcha?
Matcha adalah jenis teh hijau yang berasal dari tanaman Camellia sinensis. Proses pembuatannya melibatkan penggilingan daun teh utuh menjadi bubuk halus, memungkinkan tubuh menyerap seluruh kandungan nutrisinya.
Tanaman matcha ditanam dengan cara dinaungi selama 20-30 hari sebelum panen, yang meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine. Proses ini berkontribusi pada rasa khas dan nilai gizi dari matcha dibandingkan dengan teh hijau biasa.
Kandungan Kontaminan pada Matcha
Matcha dapat mengandung kontaminan seperti logam berat dan pestisida, yang bergantung pada kondisi pertumbuhannya. Penelitian mengindikasikan bahwa matcha dari area tertentu memiliki risiko mengandung zat berbahaya jika kualitasnya tidak terjaga.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Oleh karena itu, penting untuk memilih produk matcha yang memiliki sertifikasi kualitas yang baik agar terhindar dari paparan zat beracun.
Risiko Kesehatan Terkait Konsumsi Berlebihan
Konsumsi matcha yang berlebihan dapat memicu gangguan pada hati dan ginjal. Meskipun matcha kaya antioksidan, konsumsi katekin yang berlebihan bisa menyebabkan mual dan potensi risiko terhadap fungsi hati dan ginjal. Ahli gizi Vidhi Chawla mengingatkan, 'Manfaat matcha itu nyata, tapi risikonya juga ada jika dikonsumsi berlebihan.'
Selain itu, terdapat peningkatan tekanan darah bagi individu yang mengonsumsi matcha berlebihan, terutama mereka yang sudah memiliki hipertensi. Kafein yang terdapat dalam matcha juga perlu diperhatikan oleh ibu hamil, karena asupan berlebih selama kehamilan dapat berhubungan dengan risiko yang serius.
Reaksi alergi juga menjadi perhatian, di mana beberapa orang mungkin mengalami gejala seperti ruam atau sesak napas setelah mengonsumsi matcha. Jika gejala ini muncul, tindakan medis segera harus diambil.
Terakhir, konsumsi minuman panas pada suhu tinggi, termasuk matcha, dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan dan gangguan pencernaan seperti mual dan diare.
Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Melalui Tindakan Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: