Fenomena 'healing' di TikTok semakin menarik perhatian banyak kalangan sekaligus menciptakan dialog baru tentang kesehatan mental di dunia digital.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya
Berbagai berbagi tips relaksasi dan meditasi kini menghiasi banyak timeline, namun seberapa efektifkah praktik ini untuk meningkatkan kesejahteraan mental pengguna?
Memahami Konsep Healing di TikTok
Healing di TikTok merujuk pada konten yang bertujuan membantu pengguna menemukan ketenangan mental. Beragam video yang memuat meditasi, teknik pernapasan, serta pengalaman hidup yang inspiratif menjadi bagian dari fenomena ini.
Contohnya, sebuah video dengan judul 'How to Heal Your Inner Child' berhasil menarik perhatian banyak orang. Banyak pengguna melaporkan merasa lebih baik setelah mengikuti langkah-langkah yang disarankan dalam video tersebut.
Baca juga: KPop Demon Hunters, Fenomena Baru di Netflix
Dampak Psikologis terhadap Pengguna
Banyak pengguna mengalami pengaruh positif dari konten healing, yang diharapkan dapat membantu dalam mengatasi masalah emosional. Namun, ada juga risiko yang perlu diwaspadai, terutama terkait dengan ketergantungan pada konten ini.
Penelitian menunjukkan bahwa konten edukatif dapat membantu individu mengatasi hambatan emosionalnya. Namun, para pengguna cukup berhati-hati, karena terlalu sering mengandalkan konten hiburan ini bisa menghambat pencarian bantuan profesional, jika diperlukan.
Tantangan Memanfaatkan Konten Healing Secara Efektif
Salah satu tantangan terbesar dalam mencari terapi digital melalui TikTok adalah adanya informasi yang salah atau tidak valid. Ketika pengguna menjadikan platform ini sebagai referensi utama, kemungkinan untuk menerima saran yang tidak berbasis ilmu kesehatan mental meningkat.
Seorang psikolog menekankan pentingnya menyaring informasi yang diterima, dengan mengatakan, 'Tidak semua yang terlihat baik di media sosial adalah solusi yang tepat untuk semua orang.' Oleh sebab itu, pemahaman yang mendalam terhadap konten yang dikonsumsi menjadi sangat penting.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: