Jumat, 02 JANUARI 2026 • 20:25 WIB

Menkes Sampaikan Influenza A H3N2: Bukan Ancaman Serius untuk Kesehatan

Author

Menkes Sampaikan Influenza A H3N2: Bukan Ancaman Serius untuk Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan penjelasan mengenai influenza A subclade K, yang akrab disebut superflu, menegaskan bahwa virus ini bukan ancaman serius seperti Covid-19.

Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat

Ia menjelaskan bahwa influenza A mirip dengan flu biasa dan mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan dalam menyikapi kehadirannya.

Karakteristik Influenza A (H3N2)

Influenza A (H3N2) adalah virus umum yang karakteristiknya serupa dengan flu biasa. Menurut Menkes, virus ini dapat kembali muncul setelah seseorang mengalami infeksi sebelumnya.

Peningkatan kasus influenza A cenderung terjadi pada musim dingin di negara-negara dengan iklim empat musim, sedangkan di Indonesia, kasusnya tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Kementerian Kesehatan juga menginformasikan bahwa vaksin influenza yang ada saat ini tetap efektif dalam mengurangi risiko penyakit serius yang disebabkan oleh H3N2.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja

Pentingnya Pemeliharaan Kesehatan

Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas untuk melawan virus dengan cara alami. Ia menyatakan, 'Kalau sistem imun kita bagus, itu kita bisa mengatasi sendiri tubuh kita karunia Tuhan ini luar biasa.'

Olahraga secara teratur dan mendapatkan cukup istirahat memang sangat penting dalam mempertahankan sistem imun yang baik.

Meskipun H3N2 tidak seberbahaya dibandingkan dengan Covid-19, tetap penting bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Status Epidemiologi Influenza A (H3N2)

Berdasarkan penilaian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), influenza A subclade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan yang signifikan jika dibandingkan dengan subklade lainnya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menjelaskan gejala umum infeksi influenza A, seperti demam, batuk, dan sakit tenggorokan.

Hingga Desember 2025, tercatat 62 kasus di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU