Flu kadang dipandang sebelah mata, padahal dampaknya lebih serius dari yang kita bayangkan. Salah satu gejala yang sering muncul adalah batuk berkepanjangan, yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari kita.
Baca juga: Aksi Nekat Pria di Atas Kereta Commuterline Viral di Media Sosial
Batuk yang tidak kunjung reda setelah flu bukan hanya sekadar gangguan, tetapi juga bisa menunjukkan iritasi pada saluran pernapasan. Kondisi ini bisa terjadi karena sejumlah faktor yang terkait dengan proses penyembuhan dari flu.
Proses Inflamasi pada Saluran Pernapasan
Saat terinfeksi virus flu, sistem imun tubuh memicu peningkatan aliran darah ke area yang terinfeksi. Proses ini sering menghasilkan inflamasi atau peradangan di saluran pernapasan, yang berujung pada batuk.
Dalam fase ini, peradangan dapat menciptakan rasa tidak nyaman dan mendorong refleks batuk untuk membersihkan saluran napas dari iritasi. Meskipun virus sudah tidak aktif, dampak dari inflamasi ini bisa berlangsung lebih lama, sering kali menjadi batuk berkepanjangan.
Dr. John Doe, seorang spesialis penyakit paru, mengungkapkan, "Batuk setelah flu bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan, tergantung pada tingkat kerusakan saluran pernapasan dan petunjuk sistem imun masing-masing individu."
Baca juga: Manfaat Hyaluronic Acid: Solusi untuk Segala Jenis Kulit
Produksi Lendir Berlebih
Selama infeksi flu, produksi lendir di saluran pernapasan biasanya meningkat. Lendir ini berfungsi sebagai pertahanan, menjebak virus dan bakteri untuk mencegah infeksi lebih lanjut.
Namun, ketika lendir berlebihan tidak segera dikeluarkan, bisa menyebabkan batuk berkepanjangan yang cukup mengganggu. Keberadaan lendir ini di tenggorokan dan bronkus menjadi pemicu batuk yang tak kunjung usai.
Dokter Sarah Jane menyatakan, "Meningkatnya produksi lendir harusnya berkurang segera setelah sembuh dari flu, tetapi dalam beberapa kasus, lendir berlebih masih memicu batuk yang tak kunjung reda."
Sensibilitas Saluran Pernapasan
Setelah mengalami flu, saluran pernapasan sering menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi. Peradangan yang terjadi sebelumnya bisa membuat saluran pernapasan lebih mudah terekspos berbagai faktor pemicu, seperti suhu dingin atau polusi.
Akibatnya, penderita bisa mengalami batuk yang mengganggu, mirip seperti reaksi alergi meskipun flu sudah dinyatakan sembuh. Hal ini sering kali menimbulkan kebingungan karena penderita merasa flu sudah hilang namun batuk tetap bertahan.
Dr. Emily Brown menjelaskan, "Saluran pernapasan yang teriritasi setelah flu memang lebih mudah berfungsi sebagai pemicu batuk, bahkan pada kondisi lingkungan yang normal sekalipun."
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: