Musisi dan dokter bedah plastik Tompi baru-baru ini memberikan kritik tajam terhadap lelucon yang dilontarkan oleh komedian Pandji Pragiwaksono mengenai kondisi mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Tompi menegaskan bahwa kondisi yang dikenal sebagai ptosis itu bukanlah bahan untuk digelontorkan dalam acara komedi.
Kritik dari Tompi di Media Sosial
Kritikan Tompi disampaikan melalui akun Instagramnya setelah Pandji mengeluarkan lelucon tentang mata Gibran yang disebut terlihat sayu.
Tompi menekankan bahwa menertawakan kondisi medis seseorang menunjukkan kemalasan berpikir dan kurangnya empati.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Ptosis, Apa Itu?
Dalam penjelasannya, Tompi memberikan informasi bahwa kondisi mata yang tampak 'mengantuk' ini secara medis disebut ptosis. 'Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata… bukan bahan lelucon,' tulis Tompi.
Ptosis adalah kondisi di mana kelopak mata atas terkulai, yang tidak hanya mengganggu penampilan tetapi juga dapat mengakibatkan masalah penglihatan yang lebih serius.
Dampak dan Penangannya
Dari sudut pandang medis, ptosis dapat menyebabkan penderitaan yang lebih besar seperti penglihatan ganda, kelelahan mata, serta nyeri akibat kompensasi otot wajah.
Dokter spesialis bedah plastik okulo-fasial, dr. Philip Rizzuto, menjelaskan bahwa masalah ini bisa memengaruhi perkembangan penglihatan pada anak-anak. 'Seorang anak tidak akan mengembangkan penglihatan normal jika kelopak matanya menghalangi mata,' ungkapnya.
Penanganan ptosis bervariasi tergantung pada penyebabnya, dan bisa meliputi terapi serta prosedur bedah untuk memperbaiki posisi kelopak mata.
Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: