Jumat, 09 JANUARI 2026 • 14:42 WIB

Nadin Amizah Menghadapi Tantangan Spasmodic Dysphonia dalam Karir Musiknya

Author

Nadin Amizah Menghadapi Tantangan Spasmodic Dysphonia dalam Karir Musiknya

Penyanyi Nadin Amizah baru-baru ini membagikan perjalanannya melawan spasmodic dysphonia melalui akun Instagramnya. Kondisi medis ini berdampak signifikan pada kemampuan vokalnya, mengubah cara dia berinteraksi dengan musik.

Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo

Dalam pengakuannya, Nadin menjelaskan bahwa dia mengalami penurunan kemampuan bernyanyi yang cukup drastis dan harus berjuang dengan tantangan baru dalam karirnya sebagai seniman.

Memahami Spasmodic Dysphonia

Spasmodic dysphonia (SD) adalah gangguan suara yang memengaruhi laring serta pita suara. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini dapat menyebabkan suara tiba-tiba terputus, tampak tegang, atau sangat lemah saat berbicara.

Kondisi ini terjadi akibat kejang pada otot-otot yang mengendalikan pita suara, yang berlangsung tanpa dapat dikendalikan. Pada individu yang mengalami SD, pita suara yang seharusnya bergetar dengan normal saat berbicara, menjadi tidak dapat berfungsi secara optimal.

Gejala yang muncul bisa bervariasi, misalnya suara yang terdengar tegang, serak, atau terputus-putus. Selain itu, suara bisa terdengar berbisik atau napas, menyulitkan komunikasi dan mengurangi kejelasan dalam berbicara.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Gejala dan Penyebab Spasmodic Dysphonia

Kejang pada otot-otot pita suara akibat spasmodic dysphonia dapat menyebabkan pita suara menutup terlalu rapat, membuat suara terdengar tegang, atau lebih terbuka sehingga suara menjadi lemah. Ini menciptakan tantangan yang besar dalam interaksi verbal.

Penyebab SD berkaitan dengan gangguan pada bagian otak yang dikenal sebagai ganglia basalis, yang berperan dalam mengoordinasikan gerakan otot yang tidak terkendali. Kondisi ini umumnya dialami oleh individu berusia antara 30 hingga 60 tahun.

Gejala lainnya yang mungkin dialami penderita spasmodic dysphonia termasuk suara yang tegang dan tercekik, serak berkepanjangan, serta suara yang bergetar atau gemetar, membuat berbicara menjadi cukup sulit.

Perjuangan Pribadi Nadin Amizah

Nadin Amizah mengungkapkan dampak besar dari spasmodic dysphonia terhadap kariernya sebagai penyanyi. Dia menyebutkan, 'Bahkan ngomong kelamaan aja leher pegel dan sakit bgttt. Range vocal menyempit/turun dari range sebelumnya.'

Penyanyi tersebut melanjutkan, 'Jadi kalau dibilang gabisa nyanyi sih, ga juga ya, bisa bisa aja. Tapi bayangin sesedih apa sesuatu yang biasanya semudah dan seringan bernapas untukku jadi sesuatu yang berat.' Pernyataan ini menunjukkan kesedihan mendalam yang dialaminya.

Untuk menghadapi keadaan ini, Nadin berencana mengambil terapi berbicara diiringi dengan latihan vokal. Dia berharap dapat melakukan pemulihan sambil tetap aktif dalam dunia musik.

Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU