Minggu, 11 JANUARI 2026 • 19:56 WIB

Tantangan Harga Tiket Pesawat Mengganggu Relawan Kemenkes ke Aceh

Author

Tantangan Harga Tiket Pesawat Mengganggu Relawan Kemenkes ke Aceh

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan keprihatinannya terkait tingginya harga tiket pesawat ke Aceh yang menghambat pengiriman relawan kesehatan. Akibat situasi ini, beberapa relawan terpaksa harus mencari jalur alternatif melalui Malaysia untuk tiba di daerah bencana.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan

Keluhan ini disampaikan dalam rapat antara DPR dan pemerintah di Banda Aceh pada 10 Januari 2026. Tingginya biaya tiket yang berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta membuat relawan mencari cara lain untuk mendukung korban bencana.

Tingginya Biaya Tiket Pesawat

Dalam rapat di Banda Aceh, Budi mengingatkan bahwa harga tiket pesawat menuju Aceh sangat tinggi, bahkan bisa mencapai Rp 3 juta. Ia menambahkan, 'Karena kita, yang penting jalan kan, kita kirim lewat Malaysia, karena murah tuh kirim lewat Malaysia.'

Kondisi ini menimbulkan masalah lain, terutama terkait identitas relawan ketika mereka tiba di Aceh. Banyak dari mereka yang datang menggunakan jalur Malaysia diidentifikasi sebagai relawan dari negara tersebut, 'Masuk tuh relawan Kemenkes tuh 400 dari Malaysia dengan baju biru-biru kayak gini, keluar di IG, 'alhamdulillah relawan kesehatan Malaysia datang'.'

Situasi tersebut menimbulkan kebingungan di masyarakat. Budi merasa tidak nyaman dengan kondisi ini karena membuat identitas relawan Kemenkes menjadi tidak jelas.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Permintaan Dukungan untuk Relawan Kemenkes

Menyikapi tantangan ini, Budi meminta dukungan untuk penyediaan tiket pesawat dengan harga khusus bagi relawan Kemenkes. Hal ini dianggap penting karena relawan membawa perlengkapan dan kebutuhan tambahan yang juga meningkatkan biaya pengiriman.

Budi berharap pemerintah dapat memperhatikan situasi ini, 'Jadi itu permintaan pertama kita, kalau bisa kita harganya jangan terlalu jauh dengan yang lewat Malaysia.' Ia menekankan bahwa perhatian ini sangat diperlukan untuk mendukung kerja relawan di lapangan.

Dia juga menjelaskan bahwa kebutuhan akan relawan kesehatan sangat mendesak, 'Padahal kita butuh 700-800 kita kirim per 2 minggu untuk bantu teman-teman tenaga kesehatan Aceh, terutama di pos pengungsian dan desa terpencil.'

Situasi di Aceh Pasca Bencana

Aceh saat ini berada dalam keadaan darurat setelah mengalami bencana alam yang memerlukan penambahan tenaga medis dan relawan. Sumber daya manusia yang memadai sangat penting untuk memberikan respon cepat terhadap situasi ini.

Dalam menghadapi tantangan logistik untuk pengiriman relawan, Budi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Semua pihak diharapkan untuk mencari solusi yang optimal dalam situasi bencana.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap isu ini, diharapkan akan ada langkah-langkah proaktif yang dapat mendukung keberadaan relawan Kemenkes di lapangan.

Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU