Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespon serius peningkatan kasus penyakit pascabanjir di Aceh Tamiang. Penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit menjadi perhatian utama mereka.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Faktor sanitasi yang buruk dan kepadatan penduduk di lokasi pengungsian semakin memperburuk situasi. Tim relawan Kemenkes kini melakukan langkah-langkah medis menyeluruh untuk menangani masalah ini.
Peningkatan Kasus Penyakit Pascabanjir
Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang telah mengakibatkan lonjakan kasus penyakit. Kementerian Kesehatan mencatat banyak temuan penyakit seperti ISPA, diare, dan infeksi kulit, khususnya di Desa Sekumur.
Dokter Relawan Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), dr. Yulia Dewi Irawati, menjelaskan bahwa kondisi lingkungan yang tidak bersih sangat mempengaruhi kesehatan. "Sanitasi yang buruk dan kepadatan di lokasi pengungsian menjadi pemicu utama dalam tingginya angka infeksi ini," tambahnya.
Pengawasan lebih ketat diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi dan ibu hamil. Terlepas dari tantangan ini, perhatian terhadap kesehatan mereka sangat penting untuk mencegah keterpurukan lebih lanjut.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Respon Tim Relawan Kesehatan
Tim relawan Kemenkes sudah aktif melakukan pengobatan bagi pasien dengan penyakit tidak menular di tengah krisis ini. Mereka berfokus untuk menjaga kondisi medis pasien agar tidak memburuk, meski dalam situasi darurat.
Edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga menjadi program penting. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada warga tentang cara menjaga kesehatan tubuh di tengah keterbatasan.
"Kita perlu memastikan bahwa masyarakat mendapat akses informasi tentang pola hidup sehat, terutama dalam situasi yang krisis seperti ini," jelas dr. Yulia.
Kondisi Layanan Kesehatan Pasca Banjir
Kondisi layanan kesehatan di Aceh Tamiang semakin memprihatinkan akibat kerusakan yang disebabkan banjir. Fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Pembantu di Desa Sekumur, mengalami kerusakan berat.
Bidan Puskesmas Pembantu, Siti Aisyah, mengungkapkan bahwa hilangnya alat medis seperti tempat tidur pasien sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan. "Kami hampir tidak bisa memberikan layanan yang memadai dengan keterbatasan alat," katanya.
Merespons kondisi ini, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan Tim Relawan TCK Batch II untuk memperkuat sistem kesehatan dan memastikan akses layanan medis tetap berlangsung.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Mencegah Penyakit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: