Kamis, 15 JANUARI 2026 • 13:29 WIB

Guru SMK Dikeroyok Siswa, Apa yang Terjadi di Balik Insiden Tersebut?

Author

Guru SMK Dikeroyok Siswa, Apa yang Terjadi di Balik Insiden Tersebut?

Seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Agus Saputra, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah siswa pada Selasa, 13 Januari 2026.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Peristiwa ini terjadi di lingkungan sekolah saat proses belajar mengajar, dan terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Rincian Kejadian di Kelas

Agus Saputra menjelaskan bahwa insiden ini berawal saat dia meminta penjelasan dari seorang siswa yang menegurnya dengan kata-kata tidak pantas. "Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya," ungkap Agus.

Setelah ia mendengar ucapan tersebut, Agus masuk ke kelas dan meminta siswa tersebut untuk mengaku. Ketika salah satu siswa mengaku, siswa itu malah menantang Agus, hingga menyebabkan Agus menampar wajah siswa tersebut.

Menurut Agus, tindakan ini merupakan refleks dari situasi tegang dan bagian dari pendidikan moral. "Saya refleks menampar muka dia," cetus Agus, menambahkan bahwa niatnya bukan untuk melakukan kekerasan, melainkan untuk mendidik.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan

Mediasi yang Tak Berhasil

Setelah insiden penamparan, mediasi dilakukan oleh guru-guru lainnya dengan harapan meredakan ketegangan. Namun, sebagian siswa merasa dihina setelah Agus disebut telah berkata 'miskin' kepada salah satu dari mereka.

Agus membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa pernyataannya dimaksudkan sebagai motivasi. "Saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek," tegas Agus, menekankan niat baik di balik kata-katanya.

Selama proses mediasi, Agus memberikan beberapa pilihan kepada siswanya, termasuk membuat petisi jika mereka tidak ingin dia mengajar lagi. Namun, siswa memilih agar Agus meminta maaf, yang berujung pada kebuntuan dalam mediasi.

Penanganan Pasca Kejadian

Setelah mediasi yang tidak membuahkan hasil, Agus melanjutkan perjalanannya menuju ruang guru ketika pengeroyokan terjadi. "Di saat itulah terjadi pengeroyokan oleh saya," jelas Agus.

Agus melaporkan insiden ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, berharap mendapatkan tindak lanjut untuk menyelesaikan masalah ini. Akibat pengeroyokan tersebut, Agus mengalami beberapa memar, termasuk di bagian pipi.

Kasus ini menarik perhatian luas, baik di kalangan masyarakat maupun lingkungan sekolah, yang mempertanyakan bagaimana seharusnya konflik antara guru dan siswa ditangani secara prosedural dan edukatif.

Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Lekang oleh Waktu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU