Jumat, 23 JANUARI 2026 • 16:22 WIB

Status Siaga III di Bendung Katulampa Akibat Hujan Intense di Puncak

Author

Status Siaga III di Bendung Katulampa Akibat Hujan Intense di Puncak

Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Puncak, Bogor, Jawa Barat, telah menyebabkan kenaikan signifikan pada tinggi muka air Sungai Ciliwung. Saat ini, Bendung Katulampa telah diumumkan berada dalam status Siaga III.

Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern

Data menunjukkan bahwa mulai pukul 08.00 WIB, tinggi muka air terus meningkat, dengan catatan terkini mencapai 110 cm pada pukul 13.00 WIB. Hal ini tentunya mengharuskan masyarakat dan pihak berwenang untuk lebih waspada.

Data Tinggi Muka Air Sungai Ciliwung

Menurut Andi Sudirman, petugas Bendung Katulampa, tinggi muka air Ciliwung mengalami peningkatan signifikan mulai pukul 08.00 WIB. Saat itu, ketinggian mencapai 60 cm dengan status Siaga IV.

Kenaikan ini berlanjut hingga pukul 10.23 WIB, ketika tinggi muka air mencapai 80 cm, dan terus meningkat menjadi 90 cm pada pukul 11.00 WIB. Status tetap pada Siaga III hingga pukul 13.00 WIB.

Andi menjelaskan, 'Peningkatan mulai tadi pagi seiring dengan kondisi hujan di kawasan Puncak dan sekitarnya.' Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memonitor cuaca di wilayah tersebut.

Baca juga: Manfaat Hyaluronic Acid: Solusi untuk Segala Jenis Kulit

Penyebab dan Lanjutan Kondisi Cuaca

Hujan yang berlangsung di kawasan Puncak merupakan penyebab utama dari peningkatan ketinggian air yang terjadi di Sungai Ciliwung. Data terakhir menunjukkan bahwa pada pukul 12.00 WIB, tinggi muka air mencapai 100 cm.

Status Siaga III terus berlaku hingga pukul 13.00 WIB, saat ketinggian air mencapai 110 cm. 'Pukul 12.00 WIB TMA (Ciliwung) 100 Cm, Status Siaga III. (Kemudian) pukul 13.00 WIB TMA 110 Cm, status Siaga III,' ungkap Andi.

Penting untuk dicatat bahwa kondisi ini dapat berfluktuasi tergantung pada intensitas hujan yang terus terjadi.

Dampak dan Tindakan Pihak Berwenang

Dengan status Siaga III yang berlaku, pihak berwenang telah diinstruksikan untuk melakukan pemantauan berkala. Ini bertujuan untuk menindaklanjuti kemungkinan risiko banjir yang dapat terjadi.

Masyarakat di sekitar bantaran Sungai Ciliwung diingatkan untuk tetap waspada dan bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam situasi seperti ini.

Petugas juga menekankan pentingnya mengikuti perkembangan cuaca untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.

Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU