Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa masalah kegemukan harus disikapi dengan serius oleh masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kelebihan berat badan bukan hanya berpengaruh pada penampilan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes dan hipertensi.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman
Persepsi Masyarakat tentang Kegemukan
Banyak individu yang beranggapan bahwa berat badan berlebih tidak menjadi masalah, terutama jika aktivitas sehari-hari berjalan normal. Hal ini membuat mereka merasa tidak perlu memeriksakan kesehatan, padahal kelebihan berat badan bisa menyebabkan gangguan metabolik yang serius.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, 'Gemuk itu masalah. Gemuk itu nanti akan menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gula darah.' Peringatan ini mencerminkan kekhawatiran mengenai dampak jangka panjang dari kegemukan yang sering diabaikan.
Kondisi kesehatan yang dirasakan seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan bebasnya mereka dari risiko kesehatan. Seringkali, gangguan pada gula darah dapat berlangsung tanpa disadari hingga akhirnya menimbulkan komplikasi serius.
Kaitan Antara Kegemukan dan Gula Darah
Secara ilmiah, kelebihan berat badan berkaitan erat dengan gangguan pengaturan gula darah melalui mekanisme resistensi insulin. Pada kasus obesitas, penumpukan lemak di area perut dapat menyebabkan jaringan lemak memproduksi zat proinflamasi yang mengganggu fungsi insulin.
Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat
Proses ini berlangsung tanpa gejala; pengidapnya merasa sehat meski kadar gula darah mereka mulai meningkat. Ketika insulin tidak berfungsi dengan baik, tubuh mencoba memproduksi lebih banyak insulin, yang dapat menyebabkan kelelahan pada sel penghasil insulin di pankreas.
Kondisi ini menjadikan individu berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2. Menurut Menkes, 'Ini gula, gula ini mother of all diseases.' Peringatan tersebut menggarisbawahi keseriusan dampak dari gula darah yang tidak terkelola.
Pentingnya Deteksi Dini dan Pengendalian Gula Darah
Diabetes sering kali hadir tanpa gejala yang jelas, menjadikannya sulit untuk dideteksi. Kadar gula darah bisa meningkat perlahan tanpa menimbulkan gejala fisik, menyebabkan banyak orang tidak menyadari kondisi mereka hingga komplikasi mulai muncul.
Sebagaimana diungkap dalam artikel di Indian Journal of Medical Research, diabetes tipe 2 memiliki fase laten di mana gangguan metabolik sudah berlangsung meskipun pengidapnya belum merasakan gejala. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan berkala dan pengaturan pola makan yang sehat. Program Cek Kesehatan Gratis dan pendekatan perilaku sehat CERDIK juga diupayakan untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: