Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan impian yang ingin diwujudkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat
Dengan target ambisius menjangkau 136 juta warga pada tahun 2026, program ini memastikan peningkatan peserta dari tahun sebelumnya yang hanya 70 juta orang.
Target Partisipasi Program CKG
Program CKG bertujuan untuk mengoptimalkan jumlah peserta pemeriksaan kesehatan secara gratis, dengan target yang sangat ambisius mencapai 136 juta orang pada tahun 2026.
Menteri Kesehatan Budi menyatakan, 'Ini adalah mimpi dan tugas dari Bapak Presiden ke kami. Bagaimana caranya selain cek kesehatan gratis ditingkatkan, yang lebih penting adalah bagaimana kita menyehatkan seluruh masyarakat.'
Kenaikan target ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan sejak dini, sehingga kesehatan masyarakat dapat terjaga dan terjamin.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Implementasi dan Penanganan Peserta CKG
Dalam pelaksanaan Program CKG, masyarakat yang teridentifikasi kurang sehat akan memperoleh penanganan medis yang lebih komprehensif dibandingkan tahun sebelumnya.
Budi menjelaskan, 'Orang yang kami identifikasi kurang sehat atau rapor kuning, tidak sehat atau rapor merah itu harus ditindaklanjuti, ditatalaksana agar kembali sehat hingga rapor hijau.'
Berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana peserta hanya menerima edukasi tentang pola hidup sehat, mulai tahun ini mereka akan mendapatkan obat dan perawatan langsung.
Demografi Peserta Cek Kesehatan Gratis
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 70 juta orang berpartisipasi dalam Program CKG, dengan komposisi peserta perempuan yang lebih besar, mencapai 54,39 persen.
Data menunjukkan bahwa bayi baru lahir menjadi kelompok terbesar dalam program ini, di mana 2,3 juta dari 4,4 juta bayi berpartisipasi.
Peserta dari kelompok anak usia sekolah dan remaja juga cukup signifikan, dengan 19,7 juta dari total 48 juta anak yang mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.
Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: