Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 20:08 WIB

Akibat Negatif dari Kebiasaan Kerja Berlebihan

Author

Akibat Negatif dari Kebiasaan Kerja Berlebihan

Fenomena 'toxic productivity' semakin mendominasi kehidupan banyak orang di era serba kompetitif ini. Tekanan untuk selalu produktif menciptakan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental dan fisik.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat

Hampir 87% pekerja merasa terdorong untuk terus berproduktivitas tinggi, terlepas dari kondisi mereka. Kondisi ini menuntut kita untuk lebih memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan kesejahteraan.

Apa Itu Toxic Productivity?

Toxic productivity adalah situasi di mana individu merasa terpaksa untuk terus bekerja meski sudah merasa lelah. Hal ini mencerminkan kecenderungan mengejar pencapaian yang tidak sehat dalam hidup.

Dalam survei oleh HealthLine, terungkap bahwa sekitar 87% pekerja merasa perlu untuk selalu aktif secara produktif. Mereka sering kali mengalami perasaan tidak pernah cukup jika tidak menghasilkan sesuatu.

Banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bekerja membuat individu mengorbankan waktu bersosialisasi dan istirahat. Siklus ini terus berlanjut, menciptakan tekanan dan kecemasan yang semakin meningkat.

Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern

Dampak Buruk Terhadap Kesehatan

Dampak dari toxic productivity sangat merugikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang terjebak dalam pola kerja ekstrem ini lebih rentan terhadap stres, kecemasan, dan depresi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa stres kerja yang berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti gangguan tidur dan penyakit jantung.

Lebih dari itu, kurangnya waktu untuk diri sendiri dapat mengganggu hubungan interpersonal. Orang yang terus menerus bekerja cenderung mengisolasi diri, yang semakin memperburuk kesehatan mental.

Strategi Mengatasi Toxic Productivity

Mengatasi masalah toxic productivity memerlukan kesadaran diri dan perubahan pola pikir yang serius. Salah satu langkah awal adalah menetapkan batasan waktu kerja dan mendorong jam istirahat yang berkualitas.

Dalam buku 'The Art of Rest', Claudia Hammond menjelaskan betapa pentingnya menemukan keseimbangan dalam rutinitas harian. Memasukkan kegiatan relaksasi bisa sangat membantu dalam memulihkan energi.

Dukungan sosial juga sangat penting. Berbagi pengalaman dengan teman, keluarga, atau rekan kerja dapat mengurangi perasaan terasing dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Baca juga: Manfaat Hyaluronic Acid: Solusi untuk Segala Jenis Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU