Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan respon terhadap tuduhan yang diarahkan oleh pemerintah Amerika Serikat terkait penanganan pandemi Covid-19. Penjelasan ini muncul setelah AS mengumumkan keputusan resmi untuk keluar dari organisasi tersebut.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung
Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu (24/1), WHO menegaskan bahwa tuduhan itu tidak berdasar dan mengulangi komitmennya untuk bekerja sama dengan semua negara anggota, termasuk Amerika Serikat.
Tuduhan dari Amerika Serikat dan Respon WHO
Pemerintah Amerika Serikat, dibawah kepemimpinan Donald Trump, mengklaim bahwa WHO sering mempermalukan nama baik negara tersebut. Dalam pernyataannya, WHO mempertimbangkan tuduhan itu sebagai kesalahan, dan mengatakan, "Seperti halnya terhadap setiap Negara Anggota, WHO selama ini selalu berupaya menjalin keterlibatan dengan Amerika Serikat secara itikad baik, dengan penuh penghormatan terhadap kedaulatannya."
WHO juga merinci langkah-langkah yang telah diambil untuk menangani pandemi Covid-19. Mereka menjelaskan bagaimana sistem manajemen insiden darurat diaktifkan setelah laporan kluster kasus di Wuhan, China pada 31 Desember 2019.
Lebih lanjut, WHO menyampaikan, "Sepanjang pandemi, WHO bertindak cepat, membagikan seluruh informasi yang dimilikinya secara cepat dan transparan kepada dunia, serta memberikan rekomendasi kepada Negara Anggota berdasarkan bukti terbaik yang tersedia."
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan
Keputusan AS untuk Keluar dari WHO
Amerika Serikat mengumumkan secara resmi keluar dari WHO pada Kamis (22/1), melanjutkan proses yang dimulai dengan Perintah Eksekutif yang ditandatangani oleh Trump. Dalam pernyataan dari Kementerian Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS (HHS), keputusan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari masa pemberitahuan wajib selama satu tahun.
"Pada 20 Januari 2025, Presiden Donald Trump menandatangani Perintah Eksekutif 14155 yang secara resmi memulai proses penarikan Amerika Serikat dari WHO," bunyi pernyataan tersebut. Penarikan ini menandai berakhirnya kerjasama antara AS dan WHO di tengah kritik yang berkembang.
Selama proses ini, tuduhan mengenai kegagalan WHO dalam menangani pandemi Covid-19 menjadi alasan utama penarikan diri ini. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr. menekankan bahwa WHO sering kali bertentangan dengan kepentingan nasional AS.
Pandangan WHO Terhadap Tuduhan dan Tindakan Mereka
WHO menyatakan bahwa meskipun banyak kritik, tidak ada organisasi atau pemerintah yang sempurna dalam menghadapi krisis kesehatan. Mereka juga menekankan komitmen untuk mendukung negara-negara dalam mengambil keputusan terbaik berdasarkan kondisi masing-masing.
"WHO merekomendasikan penggunaan masker, vaksin, dan pembatasan jarak fisik, namun tidak pernah merekomendasikan kewajiban masker, kewajiban vaksin, maupun kebijakan lockdown," jelas WHO dalam pernyataannya.
Dari sudut pandang WHO, mereka berharap kolaborasi global dalam penanganan pandemi tetap dapat dijaga meskipun Amerika Serikat telah menarik diri. Mengingat peran AS sebagai donor terbesar, keputusan ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan bagi upaya kesehatan global di masa mendatang.
Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Melalui Tindakan Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: