Selasa, 27 JANUARI 2026 • 14:10 WIB

BNN Peringatkan Masyarakat tentang Risiko Dinitrogen Oksida, 'Gas Tertawa'

Author

BNN Peringatkan Masyarakat tentang Risiko Dinitrogen Oksida, 'Gas Tertawa'

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI telah memberikan peringatan serius mengenai bahaya konsumsi dinitrogen oksida, atau yang lebih dikenal dengan nama 'gas tertawa'. Peringatan ini muncul seiring dengan maraknya penyalahgunaan zat berbahaya ini di kalangan masyarakat, terutama di media sosial.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak

Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, menekankan bahwa meskipun efek euforianya bersifat singkat, risiko yang dapat ditimbulkan akibat penggunaan gas ini sangat serius, bahkan bisa mengancam nyawa.

Bahaya Dinitrogen Oksida untuk Kesehatan

Dinitrogen oksida (N2O) adalah gas tak berwarna yang tidak mudah terbakar dan memiliki sedikit aroma serta rasa manis saat dihirup. Gas ini secara umum dikenal sebagai 'gas tertawa' karena mampu menciptakan perasaan menyenangkan yang mirip dengan euforia, meskipun efek ini hanya bersifat sementara.

Di luar konteks medis, gas ini sering disalahgunakan untuk mendapatkan efek relaksasi atau halusinasi ringan. Namun, penggunaan yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan berbagai konsekuensi kesehatan yang serius.

Baca juga: Aksi Nekat Pria di Atas Kereta Commuterline Viral di Media Sosial

Risiko Kesehatan Akibat Penyalahgunaan N2O

Menurut Suyudi, penyalahgunaan N2O berisiko tinggi mengakibatkan kekurangan oksigen, kerusakan saraf, bahkan kematian. Risiko kesehatan yang muncul akibat penyalahgunaan jangka panjang termasuk kerusakan saraf permanen dan kekurangan vitamin B12 yang parah.

"Penyalahgunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen (hipoksia)," tegasnya. Pernyataan ini menegaskan perlunya kewaspadaan dalam menghadapi penggunaan gas ini.

Langkah Preventif Terhadap Penyalahgunaan N2O

Suyudi mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan mengedukasi keluarga mengenai bahaya penyalahgunaan N2O. Ia menyarankan agar orang tua aktif mengawasi lingkungan pergaulan anak dan remaja mereka.

Jika masyarakat menemukan indikasi praktik penjualan atau penggunaan N2O yang mencurigakan, mereka diminta melapor ke BNN atau kepolisian. Selain itu, Suyudi juga menekankan pentingnya dukungan bagi anggota keluarga yang terlibat dalam penyalahgunaan dengan memanfaatkan layanan konseling dan rehabilitasi BNN yang gratis dan rahasia.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Mencegah Penyakit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU