Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 16:50 WIB

Studi NASA Ungkap Teori Baru Asal Air di Bumi

Author

Studi NASA Ungkap Teori Baru Asal Air di Bumi

Studi terbaru dari NASA membuka babak baru dalam pemahaman asal-usul air di Bumi yang selama ini dipercayai berasal dari meteorit. Penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi meteorit terhadap keberadaan air di planet kita ternyata jauh lebih kecil dari yang diperkirakan.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Dengan menganalisis sampel Bulan yang diambil lebih dari 50 tahun lalu, para ilmuwan menemukan bahwa hanya sekitar satu persen material dari meteorit terkait dengan air di permukaan Bulan. Hal ini memunculkan pertanyaan baru tentang sumber asli air di Bumi.

Teori Baru tentang Asal Usul Air di Bumi

Selama ini, teori yang mendasari asal air di Bumi berfokus pada peran meteorit yang diperkirakan membawa air saat tumbukan. Namun, penelitian terbaru oleh NASA menunjukkan bahwa peran nyata meteorit dalam penyediaan air di Bumi ternyata minimal.

Analisis isotop oksigen yang dilakukan menunjukkan bahwa hanya satu persen material dari meteorit ditemukan di permukaan Bulan. Temuan ini menantang asumsi lama tentang bagaimana air terbentuk dan dipertahankan di Bumi.

Penelitian ini mengindikasikan bahwa mungkin ada sumber lain yang belum diketahui yang menyuplai air ke Bumi, yang membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR

Metodologi dan Temuan Penelitian

Para peneliti NASA menerapkan analisis isotop oksigen presisi tinggi guna menemukan kontribusi meteorit terhadap keberadaan air di permukaan. Walaupun meteorit diketahui membawa air, kontribusinya dinyatakan tidak cukup signifikan untuk menjelaskan total volume air di Bumi.

Justin Simon, seorang ilmuwan di NASA Johnson Space Center, mengungkapkan, "Hasil studi kami menunjukkan bahwa meskipun meteorit memang membawa air, jumlahnya tidak cukup untuk menjelaskan seluruh air yang ada di Bumi." Temuan ini mendorong lingkup penelitian lanjutan.

Dengan mempertimbangkan jumlah tumbukan sepanjang sejarah Bumi, menarik untuk dicatat bahwa kemungkinan besar sebagian besar air hasil dari proses yang berlangsung saat pembentukan planet atau interaksi kimia awal yang masih belum sepenuhnya dipahami.

Peran Bulan sebagai Kapsul Waktu

Menurut Tony Gargano, peneliti utama dalam studi ini, Bulan berperan sebagai "kapsul waktu" yang memainkan peran penting dalam menggali sejarah air Bumi. Ia mengungkapkan, "Bulan memberi kita catatan benturan yang tidak bisa kita temukan lagi di Bumi."

Temuan ini menguatkan pencarian informasi tentang asal air yang menopang kehidupan di planet ini. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa sebagian besar air di planet Bumi mungkin sudah ada sejak awal pembentukan Tata Surya.

Dengan demikian, meskipun meteorit memiliki peranan, proporsi mereka dalam penyediaan air untuk Bumi perlu ditinjau kembali berdasarkan hasil penelitian ini.

Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU