Sejumlah orang sering merasakan tubuhnya lebih lemas di awal bulan puasa, fenomena yang menarik perhatian banyak orang. Hal ini sering menjadi bahan diskusi di berbagai kalangan masyarakat.
Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo
Ada beberapa alasan mengapa tingkat energi kita cenderung menurun saat memasuki bulan suci ini. Mari kita bahas lebih dalam mengenai penyebabnya.
Perubahan Pola Makan
Selama bulan puasa, pola makan kita mengalami perubahan signifikan. Hanya makan dua kali sehari, saat sahur dan berbuka, dapat memengaruhi kadar energi kita.
Kekurangan asupan makanan selama satu hari penuh dapat berdampak pada kadar gula darah yang menurun, meningkatkan rasa lelah.
Terlebih lagi, saat berbuka, kita cenderung mengonsumsi makanan yang lebih berat, yang bisa menambah ketidaknyamanan pada sistem pencernaan.
Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih
Adaptasi Tubuh
Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan ritme baru selama puasa. Biasanya, dibutuhkan beberapa hari bagi tubuh untuk menyesuaikan diri.
Proses adaptasi ini melibatkan pengaturan kembali metabolisme untuk memanfaatkan cadangan energi yang ada.
Selama beberapa hari pertama, asupan air yang dapat berkurang juga dapat menyebabkan dehidrasi, menambah rasa lemas secara keseluruhan.
Kurang Tidur dan Stres
Kebanyakan orang kurang tidur selama puasa karena harus bangun lebih awal untuk sahur. Kualitas tidur yang buruk tentunya dapat menambah rasa lelah.
Aktivitas sehari-hari yang meningkat saat bulan puasa juga sering kali menambah tingkat stres dan kelelahan.
Ketika stres melanda, tubuh memproduksi hormon kortisol, yang dapat merusak tingkat energi secara keseluruhan.
Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: