Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 20:05 WIB

Menggali Perbedaan Antara Kalender Lunar dan Matahari dalam Menentukan Ramadan

Author

Menggali Perbedaan Antara Kalender Lunar dan Matahari dalam Menentukan Ramadan

Ramadan, bulan suci bagi umat Islam, mengikuti kalender lunar yang berbeda dengan kalender matahari yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan

Pada artikel ini, kita akan membahas karakteristik masing-masing kalender dan bagaimana hal itu memengaruhi waktu pelaksanaan Ramadan dari tahun ke tahun.

Mengenal Kalender Lunar

Kalender lunar adalah sistem perhitungan waktu yang didasarkan pada fase bulan. Satu bulan dimulai ketika bulan baru muncul dan berakhir saat bulan tersebut sepenuhnya hilang.

Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, istilah bulan Hijriah sering digunakan untuk menunjuk sistem kalender ini. Dalam konteks tersebut, masyarakat memanfaatkan kalender lunar untuk menentukan berbagai perayaan keagamaan, termasuk Ramadan.

Salah satu alasan mengapa kalender lunar dipilih adalah karena bulan-bulan dalam sistem ini lebih pendek dibandingkan kalender matahari, yang berimplikasi pada pergeseran waktu pelaksanaan ibadah.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung

Menelusuri Kalender Matahari

Berbeda dengan kalender lunar, sistem waktu pada kalender matahari menghitung berdasarkan perputaran bumi mengelilingi matahari. Setiap tahun dalam kalender ini biasanya terdiri dari 365 hari, dengan pembagian bulan yang lebih teratur.

Kalender matahari banyak digunakan di seluruh dunia, termasuk oleh masyarakat Indonesia untuk aktivitas sehari-hari. Contohnya, Tahun Baru dirayakan pada 1 Januari, yang merupakan momen tetap dalam kalender ini.

Keuntungan dari kalender matahari adalah konsistensi perhitungan waktu, di mana perayaan-perayaan besar seperti Natal selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap tahun.

Implikasi Perbedaan Kalender pada Ramadan

Menggunakan kalender lunar untuk menentukan waktu Ramadan membawa dampak yang signifikan bagi umat Islam. Dengan sistem ini, Ramadan dapat terjadi di berbagai musim dari tahun ke tahun.

Sebagai contoh, pada tahun 2023, Ramadan terjadwal dari bulan Maret hingga April. Namun, pada tahun-tahun selanjutnya, bulan suci ini bisa jatuh di musim panas atau bahkan musim dingin.

Perubahan ini memberi pengalaman berpuasa yang berbeda bagi umat Islam, di mana waktu puasa dapat lebih panjang atau lebih pendek tergantung waktu matahari terbenam dan terbit.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU