Ressa Rizky Rossano, putra penyanyi Denada, baru-baru ini menceritakan pengalamannya yang tidak biasa sebagai sopir untuk mendiang neneknya, Emilia Contessa. Momen ini menjadi refleksi mendalam tentang tanggung jawab di tengah kesulitan finansial.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Dalam wawancara yang diadakan di 'Pagi Pagi Ambyar', Ressa menyatakan pentingnya fokus pada pekerjaan meski dengan gaji yang terbatas. Ia mendapatkan Rp 2 juta per bulan sambil menghadapi tantangan untuk membayar cicilan mobil.
Pengalaman Menjadi Sopir
Ressa Rizky Rossano menceritakan bagaimana ia menerima pekerjaan sebagai sopir neneknya sambil menyadari statusnya sebagai cucu. Ia mengaku, 'Sudah tahu (Emilia neneknya), hancur pasti,' menyiratkan betapa emosional situasi tersebut baginya.
Keputusan Ressa untuk bekerja sebagai sopir didorong oleh kondisi keuangan yang mendesak. Di sisi lain, 'Tapi karena Ressa harus membayar cicilan (mobil) juga, jadi Ressa fokus ke sana aja, kerja aja,' ungkapnya.
Emilia, yang saat itu mencalonkan diri sebagai anggota Dewan, menawarkan gaji Rp 2 juta per bulan kepada Ressa. Ronald Armada, kakak ipar dan kuasa hukum Ressa, menegaskan bahwa gaji ini bertujuan untuk melatih Ressa dalam bertanggung jawab.
Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Melalui Tindakan Kecil
Pendidikan dan Tanggung Jawab
Adik Denada, Enrico Tambunan, juga memberikan pandangan tentang situasi ini. Ia menyatakan bahwa bukan merupakan eksploitasi, melainkan usaha untuk mengajarkan kerja keras. 'Dia mau mengajarkan kepada anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakannya, untuk rajin bekerja,' jelas Enrico.
Tujuan Emilia jelas, yaitu ingin menunjukkan betapa pentingnya bekerja secara keras. 'Tujuannya supaya 'hei, enak kan kalau dapat upah, makanya kerja lebih rajin,' imbuh Enrico.
Namun, Enrico juga menjelaskan bahwa niat baik ibunya terkadang salah diterima oleh publik. 'Secara tulus, itu adalah niat baik mama saya, tidak ada dia berniat jahat sama keluarga besarnya,' tambahnya.
Pandangan Terhadap Gaji dan Harapan Masa Depan
Ressa menyadari bahwa setiap pengalaman, baik pahit maupun manis, adalah bagian dari perjalanan pembelajaran hidup. Ia percaya bahwa meskipun gajinya kecil, itu tidak menghalanginya untuk terus berusaha.
Harapan Ressa adalah bisa meraih masa depan yang lebih baik berkat pengalaman yang didapat dari neneknya. 'Yang dia mau adalah ngajakin keluarganya kerja kecil-kecilan, sedikit-sedikit, sehingga mendapatkan gaji,' tambah Enrico.
Keluarga Ressa sepakat bahwa situasi ini mengilustrasikan pentingnya akuntabilitas dan kerja keras, terlepas dari jenis pekerjaan yang dilakukan.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Mencegah Penyakit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: